Lokasi: Kuliner >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kuliner44441 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/wrpd10c1d.html
Artikel Terkait
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
KulinerPT Digital Sumber Sejahtera Motor resmi bertransformasi dari DSS Motor menjadi Mobix, identitas baru perusahaan di bisnis mobil bekas (mobkas). Mobix merupakan hasil kolaborasi diler besar Mitsubishi yang fokus menyediakan unit mobil bekas bersertifikat dengan layanan jual komprehensif dan paket pembayaran fleksibel....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaEl Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
KulinerKetua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaVirus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
KulinerHantavirus menjadi perhatian karena sumber penularannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti rumah yang banyak tikus, gudang tertutup, hingga area bekas banjir. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 8 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, Diduga Dibunuh OPM
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- PSM vs Persib: Peluang Pangeran Biru Kunci Gelar Juara
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Artikel Terbaru
Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Ahmad Dhani Sindir Orang Kaya Tak Keluar Uang di Nikahan El Rumi
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Tautan Sahabat
- Gubernur BI Dipanggil Prabowo Bahas Rupiah Melemah
- KPK Siapkan Strategi Usut Kode SGD213 Ribu ke Bea Cukai
- Majelis Etik: Pansel Gagal Cegah Hery Susanto
- Daftar Barang Mewah Sandra Dewi Dilelang Kejagung
- Pendapatan Indonesia Lebih Rendah dari Kamboja, Prabowo Minta Instropeksi
- Purbaya Bela Prabowo Soal Tuduhan Tak Paham Rupiah
- Kejagung Periksa Askolani soal Korupsi Ekspor Sawit
- Primus Yustisio Minta Gubernur BI Perry Mundur karena Rupiah
- DPR Desak Pemerintah Bebaskan Dua Jurnalis Republika dari Israel
- WALHI dan Trend Asia Bantah Dana Asing Pengaruhi Penolakan UU KPK