Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan27 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/up0mpkfhm.html
Sebelumnya: Kode Redeem Fish It Roblox 19 Mei 2026 Klaim Hadiah
Berikutnya: Kunci Gitar Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band
Artikel Terkait
Terjemahan Lirik Ora Urus Toton Caribo Viral di TikTok
KesehatanLagu Ora Urus ciptaan Anthon Batkormbawa menarik perhatian publik karena memadukan bahasa Ambon, Maluku Timur, dan Jawa dengan musik khas Indonesia Timur yang mudah melekat di telinga. Lirik Ora Urus menggambarkan kelelahan seorang pria yang merasa sudah bekerja keras demi hubungan dan kebutuhan hidup, namun justru terus dituntut serta disalahkan oleh pasangannya....
Baca SelengkapnyaJahitan Tas Vita Angkat Martabat Perempuan Disabilitas Sukoharjo
KesehatanDua perempuan tangguh, Ratna (48) dan Nela (35), telaten menyatukan lembar demi lembar kain di Vita Merchandise, sebuah rumah produksi di Kota Bandung yang memberdayakan penyandang disabilitas. Ratna mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan layak di usianya yang hampir kepala lima, namun sang owner memberikan target sesuai kemampuannya....
Baca SelengkapnyaAtap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
KesehatanCipto Waluyo melaporkan atap ruang kelas 7 di sekolahnya roboh pada Selasa (12/5/2026) pukul 07. 30 WIB saat siswa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Persib Vs Borneo FC, I.League Kritik Wasit dan Trofi
- Prakiraan Cuaca Sulawesi Barat: Semua Wilayah Hujan Hari Ini
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei: Siang Cerah, Malam Hujan
- Kecelakaan Lalu Lintas Picu Konflik Wamena, Warga Mengungsi
- Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
- Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik di Polda Kaltim
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
AKP Yohanes Bonar Tersangka Narkoba, Baru 5 Bulan Menjabat
Prakiraan Cuaca Bali: Besakih Hujan Petir, 8 Wilayah Waspada
Prakiraan Cuaca Bangka Belitung: Belitung Timur Berawan
Tim Cook Pastikan Ikut Kunjungan Trump ke China
Prakiraan Cuaca Bandung: Seluruh Wilayah Hujan 15 Mei 2026
Tautan Sahabat
- Purbaya Bela Prabowo Soal Tuduhan Tak Paham Rupiah
- Komnas HAM Panggil Menag soal Izin Ponpes Pati
- Prabowo Intervensi Besar untuk Nelayan Sulit Solar dan Es Batu
- Menhan Sjafrie: Israel Lanjutkan Operasi Militer ke Lebanon
- Noel Ebenezer Sebut Tuntutan 5 Tahun Penjara Gila
- Menkes Budi Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Gelar
- Jurnalis dan Aktivis Indonesia Difoto Sebelum Ditangkap Israel
- DPR Desak Prabowo Lobi Trump soal 9 WNI Disandera
- 50 Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Doa untuk Medsos
- Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998