Lokasi: Pendidikan >>
Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 174 Uji Kompetensi
Pendidikan62 Dilihat
RingkasanEnergi bunyi merupakan materi yang dibahas dalam buku pelajaran sebagai energi yang dihasilkan dari benda bergetar sehingga menimbulkan suara yang dapat didengar oleh telinga. Bunyi tidak akan muncul jika tidak ada getaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Rakyat-Surabaya-Pola-Pembelajaran-Full-Day-School_20260118_165139.jpg)
Energi bunyi merupakan materi yang dibahas dalam buku pelajaran sebagai energi yang dihasilkan dari benda bergetar sehingga menimbulkan suara yang dapat didengar oleh telinga. Bunyi tidak akan muncul jika tidak ada getaran. Semakin kuat getaran suatu benda, biasanya bunyi yang dihasilkan juga semakin keras.
Dalam latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada pada halaman tersebut. Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak. Soal pertama meminta siswa menentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah beserta alasannya.
Pernyataan a: "Kita tidak dapat mendengar suara saat menyelam di dalam kolam renang." Jawabannya adalah salah karena bunyi dapat merambat melalui zat cair seperti air. Oleh karena itu, saat menyelam di kolam renang kita masih dapat mendengar suara, meskipun terdengar berbeda dibandingkan di udara. Pernyataan b: "Tujuan pemasangan busa/karpet di dinding bioskop adalah untuk mencegah pemantulan bunyi." Jawabannya adalah benar karena bahan tersebut berfungsi sebagai peredam suara guna mengurangi gema dan kebisingan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/th5cd6eol.html
Artikel Terkait
Ginting Tersingkir di Thailand Open 2026, Dikalahkan Musuh Bebuyutan
PendidikanAnthony Sinisuka Ginting gagal melaju ke babak 16 besar Thailand Open 2026 setelah takluk dari unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand. Pertandingan yang berlangsung selama 39 menit tersebut berakhir dengan kekalahan Ginting, sementara Shi Yu Qi berhak melaju ke babak berikutnya dan dijadwalkan menghadapi wakil Hong Kong, Lee Cheuk Yiu....
Baca SelengkapnyaDouble Decker Solusi Lahan Sempit Hunian Baru Jakarta
PendidikanJagakarsa menjadi area kedua paling banyak dicari di mesin pencari untuk kategori rumah di DKI Jakarta, setelah Kebayoran. Menurut Rieky, kondisi tersebut mendorong pengembangan properti dengan konsep khusus karena keterbatasan lahan....
Baca SelengkapnyaPromo Indomaret, Alfamart, Superindo: Minyak Sania 1L Rp21.600
PendidikanPolri menetapkan Fadli Zon sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama terkait cuitannya di media sosial. Kadiv Humas Polri Irjen Pol....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pimpinan Komisi X Minta Evaluasi Total PSSI Usai Bentrok Suporter
- IHSG Terancam Anjlok Imbas Pelemahan Rupiah
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
- Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
- Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
Artikel Terbaru
Persediaan Senjata AS Menipis, Pentagon Minta Rp24 Kuadriliun
Cadangan 31 Miliar Ton, Batu Bara Penopang Energi Indonesia
Kota Baru Parahyangan Raih GREENSHIP Homes Platinum
Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat
Messi Kalahkan Tagihan Gaji 28 Klub MLS
IHSG Anjlok 1,43%, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar
Tautan Sahabat
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Warga Dobrak Rumah Terkunci, Ibu Tersangka Aniaya Anak Tewas
- Kiai Ponorogo Tersangka, Dicabuli 11 Santri Laki
- Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Diborgol ke Rutan Bareskrim
- Dendam Pemicu, Pelaku Pembakar Mobil Kades Hoho Ditangkap
- Sosiolog Ungkap Motif Ekonomi Manusia Silver Todong Pisau
- Prakiraan Cuaca Madura: Hujan Ringan di 4 Kabupaten
- Bus Hantam Warkop Banyumas, Sopir dan Pemilik Warung Tewas
- Mantan Kasat Narkoba Kubar Jalani Sidang Etik di Polda Kaltim
- Manusia Silver Todong Pisau di Bali, Sosiolog Ungkap Motif Ekonomi