Lokasi: Otomotif >>

Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat

Otomotif62 Dilihat

RingkasanLikuiditas perbankan nasional dinilai masih sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya suku bunga acuan. Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Puspitasari, menyatakan rasio Loan to Deposit (LDR) perbankan berada di kisaran 84,6 persen pada Maret 2026....

Likuiditas Bank Kuat,<strong></strong> Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat

Likuiditas perbankan nasional dinilai masih sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tingginya suku bunga acuan. Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Puspitasari, menyatakan rasio Loan to Deposit (LDR) perbankan berada di kisaran 84,6 persen pada Maret 2026. "Overall likuiditas perbankan itu masih cukup memadai, kita lihat baik dari sisi Rupiah maupun valas ya. Rasio Loan to Deposit-nya masih di kisaran yang sehat di overall-nya di 84,6 persen," tutur Dian dalam Konferensi Pers Mandiri Macro and Market Brief Kuartal II 2026 secara daring, Senin (11/5/2026).

Meski likuiditas terjaga, pertumbuhan kredit antarsegmen belum merata. Kredit korporasi masih tumbuh cukup tinggi, sementara kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan kredit konsumsi menunjukkan perlambatan. "Yang jadi highlight adalah pertumbuhan UMKM yang masih lambat dan juga pertumbuhan kredit konsumsi yang mulai menurun mengalami tren penurunan," ucap Dian. Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan secara keseluruhan masih terjaga di level 2,1 persen.

Segmen UMKM tercatat memiliki rasio NPL tertinggi dibandingkan segmen lain, yakni mencapai 4,6 persen. "Segmen UMKM rasio NPL-nya merupakan yang tertinggi saat ini di 4,6 persen. Segmen konsumen itu juga sedikit menunjukkan peningkatan," jelas Dian. Menurut Dian, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar pertumbuhan kredit ke depan dapat lebih merata di seluruh segmen ekonomi.

Tags:

Artikel Terkait