Lokasi: Olahraga >>
Guru di 3T NTB Kawal SPMB 2026 Bebas Pungli
Olahraga3 Dilihat
RingkasanKepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib memastikan pelaksanaan kebijakan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kebijakan itu, pengawasan internal diminta diperkuat agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan secara tepat....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENDIDIKAN-Saat-ini-Yayasan-Bina-Bangsa-mengelola-20-sekolah-di-Kalteng.jpg)
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB, Syamsul Hadi, menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib memastikan pelaksanaan kebijakan penerimaan siswa baru sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kebijakan itu, pengawasan internal diminta diperkuat agar seluruh panitia memahami dan menjalankan aturan secara tepat.
Kepala SDN 1 Puncak Jeringo, Kabupaten Lombok Timur, Agus Setiawan, menyatakan sekolahnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut SPMB tahun ini. "Alhamdulillah, sekolah kami sudah siap melaksanakan SPMB tahun ini. Kami telah mengadakan rapat bersama seluruh rekan guru, membentuk kepanitiaan, membagi tugas masing-masing, serta menyepakati teknis pelaksanaan dan strategi promosi untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru tahun ini," ujarnya.
Agus mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait rencana pembukaan layanan PAUD. "Saya sudah dua kali melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena insya Allah tahun ini sekolah kami berencana mulai membuka jenjang PAUD Satu Atap di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi langkah dan harapan besar bagi kami untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih lengkap dan berkelanjutan," tuturnya. Untuk meningkatkan jumlah peserta didik baru, sekolah juga melakukan sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tecnbj46a.html
Artikel Terkait
BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
OlahragaBYD Motor Indonesia tengah merampungkan tahap akhir pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik yang diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 150. 000 unit per tahun....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya3 Jambret WNA di Bundaran HI Ternyata 120 Kali Beraksi
OlahragaPolda Metro Jaya membongkar komplotan perampas handphone yang menyasar wisatawan asing di kawasan Jakarta. Tiga pelaku ditangkap tanpa perlawanan oleh tim buru sergap di lokasi persembunyian berbeda....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaPolisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Duren Sawit
OlahragaPencurian sepeda motor dengan modus menodongkan senjata api terjadi di sebuah indekos di Jalan H. Naman, Pondok Kelapa....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Perampok Todong Toko Emas Wonokromo, 3 Lansia Terluka
- BRI Consumer Expo 2026 Resmi Dibuka di JICC
- Keringanan PBB-P2 DKI 2026 Berlaku Bertahap, Cek Jadwalnya
- Polri Buru Pendana dan Penyewa Gedung Sindikat Judol Jakbar
- Ahmad Dhani Bujuk Safeea Korban Bully, Sebut Haters Deterjen 78
- 1.500 Umat Hadiri Misa Kenaikan Yesus di Katedral
Artikel Terbaru
Virgoun Minta Starla Jenguk Adik, Sampaikan Pesan ke Inara
Ayah di Tambun Cabuli Anak, Modus Edukasi Seksual
Peredaran 100 Vape Etomidate di Tangerang Terbongkar
Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Bersenpi di Tangerang
El Rumi Ucapkan Selamat untuk Al Ghazali yang Jadi Ayah
Polisi Tangkap Pelaku Curi Paket di Cilincing, Satu Buron
Tautan Sahabat
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Wamenkes Bantah Hoaks, Tegaskan Imunisasi Tidak Haram
- Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik