Lokasi: Bisnis >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Bisnis426 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tbp3qv5sc.html
Artikel Terkait
BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
BisnisPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. "Saya belum bisa memberi tanggapan karena belum ada informasi resmi terkait hal tersebut," kata Luther saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026)....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
BisnisProvinsi Gorontalo resmi melarang perdagangan dan konsumsi daging anjing dan kucing melalui Peraturan Gubernur (Pergub), menyusul langkah serupa yang diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Peraturan Gubernur No. 36 Tahun 2025....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaBPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
BisnisBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) justru menemukan fakta sebaliknya melalui temuan terbaru, di mana sejumlah produk yang dijual sebagai obat herbal ternyata mengandung bahan kimia obat keras yang berbahaya bagi tubuh. BPOM menemukan 22 merek Obat Bahan Alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan berbahaya, menjadi perhatian serius karena produk-produk tersebut beredar luas dengan klaim mampu memberikan hasil cepat atau efek "cespleng" yang sering dicari masyarakat....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lapas Cilegon Sediakan Pojok Pelayanan Remisi dan PB
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Toyota Agya Club Manado Tempuh 3.027 Km ke GR DAY 2026
- Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
Artikel Terbaru
Sekuriti Cabuli ART di Rumah Bupati Konsel Saat Jaga
Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
Ruang Perawatan Al Nassr Makin Sesak, Kondisi Memburuk
El Nino Godzilla Picu Diare dan Heat Stroke pada Anak
Tautan Sahabat
- Gregoria Mariska Belum Pensiun Usai Jadi Penyelamat di Olimpiade
- Eks Pemain Bhayangkara Presisi Proliga 2025 Main di Korea
- Harga Tiket MPL Playoff S17 Terjangkau, Final Sold Out
- Rian/Rahmat Kalah dari Unggulan Jepang di Malaysia Masters
- Fajar/Fikri Fokus Singapore dan Indonesia Open 2026
- Usyk Tak Boleh Remehkan Menterengnya Verhoeven
- Usyk Siapkan Strategi Khusus Hadapi Gaya Kickboxer Verhoeven
- Prajurit TNI AD Raih Perunggu, Loloskan Indonesia ke Asian Games 2026
- Cedera Ankle Ubed, Jojo Gantikan Lawan Prancis di Thomas Cup
- Rexy Mainaky Target All Malaysian Finals Malaysia Masters 2026