Lokasi: Kuliner >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Kuliner2 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rh5sa7ic6.html
Artikel Terkait
WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Kesehatan Global
KulinerWHO menyatakan wabah Ebola di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo bagian timur, tidak memenuhi kriteria darurat pandemi meskipun mencatat sekitar 246 kasus suspek dan 80 kematian. WHO memperingatkan potensi wabah menjadi "jauh lebih besar" dari yang terdeteksi saat ini dengan risiko penyebaran lokal dan regional yang berdampak signifikan....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaCadangan 31 Miliar Ton, Batu Bara Penopang Energi Indonesia
KulinerTri menyatakan batu bara masih memegang peranan strategis bagi perekonomian nasional, mulai dari penyediaan energi listrik, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi terhadap penerimaan negara dan devisa ekspor, serta menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dalam Indonesia-China Global Energy Conference and Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Senin (11/5/2026). Menurut Tri, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar sehingga pemerintah terus mendorong penerapan good mining practices dengan fokus pada keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, reklamasi pascatambang, dan efisiensi operasional....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaPelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Tambang dan Perkebunan
KulinerPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia, di mana depresiasi rupiah justru menjadi peluang bagi industri berbasis ekspor untuk meningkatkan pendapatan. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan sektor yang paling diuntungkan adalah industri ekspor berbasis komoditas tambang dan perkebunan....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi
- Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Japek Saat Libur Panjang
- Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
- Tenant Baru Padati Mal Jakarta, Pasar Kondominium Lesu
- Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
- Sistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
Artikel Terbaru
Isyana/Rinjani ke Perempatfinal Thailand Open Usai Adu Setting
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
Likuiditas Bank Kuat, Kredit Konsumsi dan UMKM Melambat
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Dinilai Bahayakan Masyarakat Desa
Tautan Sahabat
- Jafar/Felisha Ikuti Jejak Ubed, Menang di Thailand Open
- Ketum NOC Temui Menkeu Bahas Anggaran Atlet
- Red Flag MotoGP Catalunya: Kecelakaan Horor Marquez-Acosta
- Alex Marquez Salip Marc Marquez di Klasemen MotoGP 2026
- Jumpa Pasangan Muda China, Fajar/Rian Uji Nyali di Thailand Open
- Jorge Martin Buru Gelar Juara MotoGP 2026, Bagnaia Ingat 2024
- Bezzecchi Pimpin Klasemen MotoGP 2026, Aprilia Makin Dominan
- Skenari EVOS Gagal Lolos Playoff MPL S17 Terungkap
- Insiden Le Mans: Tendangan Pecco Bagnaia Kontroversial
- Megawati Bela Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026/2027