Lokasi: Berita >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Berita491 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ppj853pgf.html
Artikel Terkait
Syifa Hadju Ungkap Alasan Jarang Posting Usai Nikah dengan El Rumi
BeritaSyifa Hadju dan El Rumi resmi menikah pada 26 April 2026, menggelar pernikahan mewah di dua kota, yaitu Jakarta dan Bali. Setelah melewati proses pernikahan yang rumit, keduanya kini menikmati momen baru sebagai pasangan suami istri....
【Berita】
Baca SelengkapnyaTAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer
BeritaAirlangga Julio, anggota tim kuasa hukum TAUD (Tim Advokasi untuk Demokrasi), menyatakan ruang persidangan militer berpotensi menjadi tempat terjadinya tekanan mental bagi kliennya. "Kalau nanti jangan-jangan Andrie datang, itu malah Andrie mengalami intimidasi," kata Airlangga....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPengunjung Ancol Sepi Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
BeritaSebanyak 27. 630 pengunjung memadati Taman Impian Jaya Ancol pada pukul 13....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
- Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Siang Hari JakTim
- Prabowo Beli Sapi 1 Ton Milik Peternak Bogor
- Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Diduga Korsleting
- Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
- Polisi Tangkap 2 Pencuri Aki Truk di Pelabuhan Tanjung Priok
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Libur Panjang, Wisatawan Bali Ajak Kerabat ke TMII
Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
LPSK: Korban PRT di Jaksel Tak Bisa Dituntut Balik
Spanduk Minta Maaf dan Bendera Setengah Tiang di UGM Hilang
AMPG Kawal Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Jakarta
Tautan Sahabat
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP
- Zulhas di Lemhannas: Produksi Beras Naik Tajam
- BPKN Sebut Posisi Konsumen Sangat Lemah di Sidang Kuota Internet
- BWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
- Udang Dinilai Siap Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Indonesia
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Menkeu Purbaya Santai soal Rupiah dan IHSG Ambruk
- Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Dinilai Bahayakan Masyarakat Desa
- BTN Cetak Laba Rp1,16 Triliun, Tumbuh 55,8 Persen
- Rebalancing MSCI Dinilai Dorong Penguatan Pasar Modal