Lokasi: Gaya Hidup >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Gaya Hidup49438 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/pd0pyonda.html
Artikel Terkait
Batik Ciprat BRILiaN Kemodo, Disabilitas Buktikan Karya Hebat
Gaya HidupSepuluh warga disabilitas bersama mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tekun mengerjakan lembaran batik dengan teknik ciprat di Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati, kelompok binaan Desa Kemudo yang fokus pada pemberdayaan masyarakat rentan. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyipratkan malam panas ke atas kain putih menggunakan kuas, dilanjutkan pewarnaan, hingga melalui proses finishing....
Baca Selengkapnya1,5 Juta Jemaah Tunaikan Haji di Tengah Perang
Gaya HidupArab Saudi tetap menggelar ibadah haji tahun ini di tengah perang yang memicu serangan ke wilayahnya sendiri. Ritual tahunan yang menarik jutaan umat Muslim ke Kota Mekkah itu berlangsung pada 25–29 Mei dengan sekitar 1,5 juta jamaah diperkirakan hadir....
Baca Selengkapnya9 WNI Diculik Israel, Pengamat Sayangkan Peran Indonesia di BOP
Gaya HidupSembilan Warga Negara Indonesia (WNI) diculik oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Gaza Sunflower Fleet (GSF). Mereka adalah relawan dan jurnalis yang berada di sejumlah kapal untuk mengirimkan bantuan ke Gaza....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026
- Diaspora Indonesia Meriahkan Fukuyama Rose Festival Raih Pujian
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Merz Buka Peluang Kembali ke Energi Batu Bara
- Erin Eks Istri Andre Taulany Dipanggil DPR, Ingin Suaranya Didengar
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental di Ukraina
Artikel Terbaru
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
DPR Filipina Makzulkan Wapres Sara Duterte, Terancam Diskualifikasi
PM Jepang Pertimbang Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen
131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat
Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf
Kapal Perang Termahal AS Tinggalkan Konflik Iran
Tautan Sahabat
- Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Transisi Energi
- IHSG Tertekan MSCI, Investor Waspadai Arus Dana Asing
- Generasi Muda Didorong Berkiprah di Industri Sawit
- BPKN Sebut Posisi Konsumen Sangat Lemah di Sidang Kuota Internet
- Rupiah Menguat ke Rp 17.653, Bangkit dari Tekanan
- Mentan Australia Telepon Amran Ucapkan Terima Kasih Pasok Pupuk
- Usia Pesawat Bukan Satu-satunya Penentu Keandalan Penerbangan
- BWS Edukasi Generasi Muda Semarang soal Menabung Bijak
- Emas Stabil, Tembaga Jadi Logam Strategis Masa Depan
- Medan dan Pekanbaru Gelap, Warga Pakai Penerangan Darurat