Lokasi: Berita >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Berita55 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/p1xkvrguq.html
Artikel Terkait
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
BeritaDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaMemilah Sampah Berat, Zulhas Sebut Bisa Jadi Listrik
BeritaZulhas menegaskan pemilahan mandiri oleh warga merupakan syarat mutlak agar sampah bisa dikonversi menjadi energi. Sosok yang akrab disapa Zulhas itu menjelaskan hambatan utama saat ini adalah mencampur sampah organik, anorganik, dan bahan beracun....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLong Weekend, Monas Magnet Warga untuk Piknik dan Edukasi
BeritaMonumen Nasional (Monas) masih menjadi destinasi favorit wisatawan saat mengisi libur long weekend di Jakarta. Pantauan wartawan Tribunnews....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Sinopsis See You at Work Tomorrow! Drakor Seo In-guk
- Libur Panjang, 32 Ribu Pengunjung Padati Ragunan
- LBH Minta Polda Metro Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Begal Kebon Jeruk Ditangkap, Tiga Pelaku Masih Buron
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR
- Kebakaran Tewaskan 22 Orang, Bos Terra Drone Bantah Lalai
Artikel Terbaru
Zulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
Polda Metro Gagalkan Peredaran Sabu 32 Kg Jaringan Malaysia
Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
Model Dibegal di Tol Kebon Jeruk, Kritis
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot