Lokasi: Otomotif >>
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 273 Uji Kompetensi
Otomotif226 Dilihat
RingkasanKunci jawaban IPS kelas 8 halaman 274 untuk soal Uji Kompetensi bagian pilihan ganda membahas kebijakan Jepang selama masa pendudukan di Indonesia. Pada soal nomor 9, siswa diminta menjawab tentang pengerahan tenaga rakyat yang sangat menyengsarakan oleh pemerintah pendudukan Jepang, yaitu romusha atau kerja paksa....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SMP-UJIAN-02.jpg)
Kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 274 untuk soal Uji Kompetensi bagian pilihan ganda membahas kebijakan Jepang selama masa pendudukan di Indonesia. Pada soal nomor 9, siswa diminta menjawab tentang pengerahan tenaga rakyat yang sangat menyengsarakan oleh pemerintah pendudukan Jepang, yaitu romusha atau kerja paksa. Sementara itu, soal nomor 10 menanyakan organisasi bentukan Jepang sebagai pengganti Gerakan 3A yang gagal mencapai tujuannya, yaitu Putera (Pusat Tenaga Rakyat).
Kunci jawaban ini dapat digunakan sebagai bahan belajar dan evaluasi setelah siswa mengerjakan soal secara mandiri. Materi tersebut mencakup dampak kebijakan Jepang seperti romusha yang menyebabkan penderitaan rakyat, serta upaya Jepang membentuk organisasi seperti Putera untuk memobilisasi dukungan. Dengan memahami jawaban ini, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi bentuk eksploitasi dan propaganda selama masa pendudukan.
Pembahasan soal Uji Kompetensi IPS kelas 8 ini relevan untuk memperkuat pemahaman sejarah Indonesia di bawah penjajahan Jepang. Jawaban yang benar untuk nomor 9 adalah romusha, sedangkan untuk nomor 10 adalah Putera. Kedua jawaban ini mencerminkan realitas pahit kerja paksa dan strategi politik Jepang yang gagal, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi siswa dalam mempelajari dampak kolonialisme.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/oj41glovy.html
Artikel Terkait
Megawati Bikin Followers Instagram Hyundai Hillstate Melonjak
OtomotifHyundai Hillstate mengalami lonjakan drastis jumlah pengikut Instagram menjadi 125 ribu pengikut pada Selasa (12/5/2026) pagi WIB, berdasarkan pantauan Tribunnews. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada Red Sparks yang juga mencatat kenaikan tajam jumlah followers....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPolda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
OtomotifPolisi menangkap dua pria berinisial T (40) dan F (43) dalam operasi pada Selasa (5/5/2026) malam. Penangkapan pertama terjadi sekitar pukul 21....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPolisi Tangkap Penghalang Ambulans di Depok
OtomotifPolisi menangkap pelaku pengrusakan ambulans yang viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
- Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas
- Polisi Bekasi Tangkap Pengedar, Sita Ratusan Hexymer dan Tramadol
- Dokter Tifa Siapkan 3C Jelang Sidang Ijazah Jokowi
- Kapal Perang Termahal AS Tinggalkan Konflik Iran
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
Artikel Terbaru
WhatsApp Rilis Incognito Chat dengan Meta AI
Polisi Selidiki Child Grooming, Yayasan Nonaktifkan Kepsek
Polisi Usut Aliran Dana Sindikat Judi Hayam Wuruk
Polda Metro Periksa Saksi Laporan TAUD Andrie Yunus
Kroasia Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Modric Kapten
Terra Drone Bantah Abaikan Keselamatan Kerja Karyawan
Tautan Sahabat
- TelkomGroup Raih LinkedIn Talent Awards 2025
- Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
- Prabowo Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR Besok
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo 19 Mei: Popok Rp27.900
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
- Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
- Mendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP