Lokasi: Kesehatan >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Kesehatan17423 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ohl475hug.html
Artikel Terkait
Polisi Deky Jonatan Diduga Minta Uang Puluhan Juta
KesehatanAKP Deky Jonatan Sasiang menjalani penempatan khusus (Pansus) sejak 25 April lalu karena diduga terlibat jaringan sindikat narkoba di Kabupaten, sehingga ancaman sanksi tertinggi yang bakal diterimanya berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). "Pelanggarannya maksimal nanti tuntutannya adalah PTDH....
Baca Selengkapnya80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
KesehatanKatarak menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat Indonesia, dengan gejala seperti penglihatan buram, warna memudar, dan kesulitan berkendara di malam hari. Kementerian Kesehatan RI merujuk hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang dilakukan PERDAMI dan Badan Litbangkes di 15 provinsi untuk menunjukkan urgensi penanganan kondisi ini....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
KesehatanDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- KWT Srikandi Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Luka Modric Ungkap Jose Mourinho Buat Ronaldo Menangis
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
Artikel Terbaru
Camat Seruyan Ditangkap saat Pesta Sabu dengan ASN
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Menkes: Tanpa Transformasi Digital, Layanan Kesehatan Bermutu Mustahil
Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Tautan Sahabat
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
- Trump Picu Sunyi Langit Iran, Navigasi Teluk Arab Terganggu
- Iran Disebut Mampu Lumpuhkan Internet Global dari Selat Hormuz
- Republika Tolak Kriminalisasi Dua Jurnalis Ditahan Israel
- Pakistan Didorong Reformasi Pendidikan untuk Masa Depan
- Stok Rudal THAAD AS Kritis Usai Bekingi Israel Separuh Habis
- Donasi Orangutan Indonesia-Jepang Tembus Rp1,1 Miliar
- Ratusan Warga Irlandia Protes Kematian Pria Kongo
- Rusia Gelar Latihan Nuklir Terbesar, Ancaman Baru?