Lokasi: Pendidikan >>
SLB Siapkan Siswa Disabilitas Kerja Lewat Pendidikan Vokasional
Pendidikan688 Dilihat
RingkasanPendidikan vokasional merupakan jalur pendidikan yang berfokus pada keterampilan praktis dan keahlian kerja tertentu sehingga lulusannya siap langsung terjun ke dunia kerja. Program ini berbeda dari pendidikan akademik S1 yang lebih menekankan teori dan riset, karena vokasional menekankan praktik, magang, dan proyek industri....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tatang-Muttaqin-Kemendikbud_1.jpg)
Pendidikan vokasional merupakan jalur pendidikan yang berfokus pada keterampilan praktis dan keahlian kerja tertentu sehingga lulusannya siap langsung terjun ke dunia kerja. Program ini berbeda dari pendidikan akademik S1 yang lebih menekankan teori dan riset, karena vokasional menekankan praktik, magang, dan proyek industri. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyatakan langkah ini bertujuan agar siswa disabilitas memiliki keterampilan praktik yang lebih siap digunakan di dunia kerja.
Tatang Muttaqin menjelaskan pihaknya membangun lebih dari 7.586 ruang praktik untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning di berbagai satuan pendidikan. Ruang praktik ini penting agar siswa lebih terbiasa dengan kegiatan praktik sebelum terjun ke dunia kerja maupun pelatihan lapangan. "Ruang praktik ini bisa memastikan apa yang dipelajari itu betul-betul menjadi sebuah proyek pembelajaran atau project-based learning," ujarnya.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa memahami hasil nyata dari proses pembelajaran melalui produk atau karya yang mereka buat sendiri. Keberadaan ruang praktik dinilai membantu siswa lebih cepat beradaptasi ketika menjalani praktik kerja lapangan maupun memasuki lingkungan kerja sesungguhnya. "Dengan adanya pembiasaan, familiaritas, maka dia lebih mudah. Nanti adjustment-nya bisa lebih cepat," kata Tatang.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ogxrwvslu.html
Artikel Terkait
Warung Bakso Klaten Tarik Biaya AC Rp3.000 per Orang
PendidikanPurwanto selaku pihak terkait menyatakan akan mengecek terlebih dahulu viralnya tarif AC sebesar Rp3. 000 per orang yang dibebankan kepada pembeli di sebuah warung makan....
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
PendidikanHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
Baca SelengkapnyaVirus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
PendidikanHantavirus menjadi perhatian karena sumber penularannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti rumah yang banyak tikus, gudang tertutup, hingga area bekas banjir. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
Artikel Terbaru
Peringatan Dini Hujan: Jawa Barat Waspada, Maluku Siaga
BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Geely Siap Luncurkan SUV Bensin Baru di Indonesia
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Tautan Sahabat
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- IDAI: Suplemen Bukan Tameng Utama Anak Hadapi El Nino