Lokasi: Bisnis >>
Pendaftaran Jalur Rapor UNJ Ditutup 31 Mei 2026
Bisnis742 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-jakarta-unj-4345.jpg)
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa eligible yang belum diterima pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun lulusan SMA/sederajat tahun 2026 yang belum lolos SNBP atau SNBT.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi UNJ dengan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000. Dalam ketentuan yang diumumkan pihak kampus, setiap peserta hanya diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik jenjang Sarjana (S-1) maupun Sarjana Terapan (D-4). Ketentuan ini berlaku untuk seluruh peserta PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor tahun 2026.
Selain itu, terdapat beberapa syarat umum yang wajib diperhatikan calon pendaftar. Peserta yang sudah diterima melalui SNBP tidak dapat mengikuti seleksi ini. UNJ juga menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos PENMABA Jalur Rapor, tetapi kemudian melakukan daftar ulang pada jalur UTBK-SNBT 2026, maka kelulusannya pada jalur mandiri rapor otomatis dibatalkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/nm91dcy06.html
Artikel Terkait
Lille Finis Ketiga, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
BisnisCalvin Verdonk mencatatkan 786 menit bermain dalam 18 penampilan pada musim pertamanya bersama Lille di Ligue 1. Bek berusia 29 tahun asal Belanda itu juga tampil dalam tujuh kesempatan di Liga Eropa....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
BisnisHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaFood Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
BisnisOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai asosiasi kesehatan global telah menyatakan obesitas sebagai penyakit kronis. Dokter Iflan mendefinisikan food noise sebagai pikiran obsesif tentang makanan yang mendorong seseorang ingin terus makan, bahkan saat tubuh tidak membutuhkan asupan....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Apple Hadirkan Iklan di Apple Maps, Privasi Tetap Terjaga
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Netflix Tambah Iklan di Aplikasi Mulai 2027
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Artikel Terbaru
Instagram Rombak Tampilan Aplikasi iPad Mirip iPhone
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Wamena Resmi Operasi, Kapasitas Internet Tembus 40 Gbps
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
Tautan Sahabat
- Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
- Mentan Australia Telepon Amran Ucapkan Terima Kasih Pasok Pupuk
- Purbaya: Harga Minyak Sulit Turun, Pemerintah Beri Insentif EV
- Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.622,5 Triliun
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG
- Prabowo Tanya Rupiah ke Purbaya Saat Serah Terima Rafale
- Double Decker Solusi Lahan Sempit Hunian Baru Jakarta
- Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak
- Lesu Akibat Industri Nikel Melambat, Ekonomi Warga Tertekan