Lokasi: Pendidikan >>
Kunci Jawaban PJOK Kelas 4 Halaman 153 Merdeka
Pendidikan15825 Dilihat
RingkasanBadan tidak kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik dan masih memiliki sisa tenaga untuk aktivitas lainnya sering disebut dengan kebugaran jasmani. Kondisi ini menunjukkan tingkat daya tahan tubuh yang optimal untuk menjalani berbagai kegiatan sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebihan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siswa-sdn-04-tegal-kabupaten-bogor-belajar-sambil-lesehan_20190730_165733.jpg)
Badan tidak kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik dan masih memiliki sisa tenaga untuk aktivitas lainnya sering disebut dengan kebugaran jasmani. Kondisi ini menunjukkan tingkat daya tahan tubuh yang optimal untuk menjalani berbagai kegiatan sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebihan.
Tujuan melakukan latihan kebugaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan fisik secara menyeluruh, seperti kekuatan, kelenturan, kecepatan, dan daya tahan. Latihan ini juga bertujuan untuk menjaga kesehatan organ tubuh, mencegah cedera, serta meningkatkan kualitas hidup agar aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih efisien dan produktif.
Latihan mendorong bahu dengan dua lengan bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot bahu, lengan, dan punggung atas. Gerakan ini melatih otot deltoid, trapezius, serta otot-otot stabilisator di sekitar sendi bahu, sehingga membantu memperkuat postur dan mendukung aktivitas yang memerlukan dorongan atau angkatan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/nb6c2e083.html
Artikel Terkait
Jorge Jesus Tinggalkan Al Nassr, Ronaldo Dapat Pelatih Baru?
PendidikanJorge Jesus dikabarkan merasa siklus kariernya di Al Nassr telah berakhir dan siap hengkang pada akhir musim ini. Jika pelatih berusia 71 tahun itu benar-benar pergi, Cristiano Ronaldo dan rekan setimnya berpotensi kembali memiliki pelatih baru di tengah ambisi klub untuk terus mendominasi sepak bola Arab Saudi....
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Pendidikandr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
Baca SelengkapnyaSenam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
PendidikanSenam ergonomik membantu mengurangi keluhan nyeri sendi dan menjaga kestabilan kadar asam urat, serta melancarkan peredaran darah, meningkatkan fleksibilitas tubuh, hingga memperbaiki suasana hati. Roida, seorang instruktur senam, menjelaskan bahwa senam ergonomik dirancang dengan gerakan ringan sehingga aman dan mudah diikuti oleh berbagai kelompok usia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Dani Carvajal Resmi Tinggalkan Real Madrid, Akhir Era Emas
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Persib Wajib Waspada, Persijap Siap Rusak Pesta Juara
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Artikel Terbaru
Javier Aguirre Latih Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Dua Gelar Al Nassr Lenyap dalam Lima Hari
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Tautan Sahabat
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia