Lokasi: Bisnis >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Bisnis7697 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mxorov57i.html
Sebelumnya: Pendaftaran Aksi Ilmuwan Cilik 2026 Masih Dibuka
Berikutnya: 6 Jet Tempur Rafale dan Radar Thales Perkuat TNI
Artikel Terkait
Dolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
BisnisDalam ekonomi modern, dampak kurs bekerja lewat rantai pasok, bukan lewat apakah seseorang memegang dolar atau tidak, ujar Yusuf dikutip Minggu (17/5/2026). Ia menjelaskan kebutuhan masyarakat desa masih dipengaruhi pergerakan kurs, seperti pupuk urea dan NPK untuk bercocok tanam....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaKTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
BisnisPertemuan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat dan China, pada Kamis (14/5/2026) menuai kritik tajam karena tidak melibatkan satu pun perempuan dalam meja perundingan. Ekonom sekaligus mantan Direktur Pelaksana IMF, Gita Gopinath, menyebut fenomena ini sebagai gambaran berakhirnya meritokrasi dalam unggahan media sosialnya yang membagikan foto pertemuan tersebut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaVinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
BisnisIka Kumyka, seorang manajer toko buku di Jakarta, menjalani ritual mendengarkan musik setiap hari melalui layanan digital. “Sehari-hari pasti mendengarkan musik lewat digital platform karena aku bekerja naik kendaraan umum dan selalu mendengarkan musik saat pergi dan pulang kerja,” ungkap Ika....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
- Koalisi Teluk Pecah Usaha UEA Gagal Gandeng Saudi dan Qatar
- Mesir Perkuat Pertahanan Udara Arab Saudi, UEA, Kuwait
- Trump Minta Bantuan Xi Jinping Tekan Iran.
- Bruno Fernandes Kejar Rekor Assist Henry dan De Bruyne
- Putin Segera Kunjungi China Setelah Trump
Artikel Terbaru
MTI Minta Penutupan Pelintasan Sebidang Bertahap dan Terukur
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
Operasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
Tautan Sahabat
- Waspada Cuaca Ekstrem: Jatim Hujan Sangat Lebat Besok
- Pekerja Tambang Emas Yahukimo Tewas, OPM Diduga Pelaku
- Pemuda Lampung Ngaku Dibegal, Jual Motor Hindari Cicilan
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
- Polwan Maluku Digerebek, Propam Usut Dugaan Selingkuh
- Vasko Ruseimy Alami Luka Kecelakaan di Solok Selatan
- Yohanes 3 Kali Peralat Anggota Ambil Paket Narkoba
- Istri Sayat Leher Suami 17 Jahitan gegara Selingkuh Terbongkar
- Prakiraan Cuaca Banyumas: Seluruh Wilayah Hujan Ringan
- Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf