Lokasi: Bisnis >>
SPMB Jateng SMA 2026: Jadwal, Syarat, dan Urutan Seleksi
Bisnis298 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JATENG-2026-53453454.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka empat jalur masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, yaitu jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi orang tua/wali. Selain memahami jadwal pendaftaran, calon peserta juga perlu mengetahui aturan kuota, sistem seleksi, serta dokumen yang wajib disiapkan agar tidak mengalami kendala saat proses pendaftaran berlangsung. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengingatkan orang tua untuk memeriksa persyaratan secara cermat sebelum mendaftar di setiap jalur.
Setiap jalur memiliki kuota dan mekanisme seleksi berbeda. Jalur domisili menggunakan sistem zonasi berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah, sementara jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta dari keluarga tidak mampu dengan bukti surat keterangan. Jalur prestasi menyeleksi berdasarkan capaian akademik dan non-akademik, sedangkan jalur mutasi orang tua/wali dikhususkan bagi anak yang orang tuanya pindah tugas ke Surabaya.
Calon peserta wajib menyiapkan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, rapor, dan sertifikat prestasi jika mendaftar jalur prestasi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi ppdb.surabaya.go.id. Kepala Dispendik Surabaya menegaskan bahwa verifikasi dokumen akan dilakukan secara ketat untuk mencegah kecurangan, dan pelanggaran dapat berakibat diskualifikasi peserta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/loo9acnx7.html
Sebelumnya: Real Madrid Incar Gelandang Incaran Pep Guardiola
Berikutnya: PSG Rayakan Gelar Ligue 1 Sebelum Kickoff
Artikel Terkait
Ayah di Klaten Cabuli Anak Kandung, Catatan Harian Jadi Bukti
BisnisAK (42), seorang pendidik agama sekaligus ayah kandung korban, ditahan sejak Rabu (13/5/2026) atas kasus pencabulan terhadap kedua anaknya sendiri. Penyidik menetapkan AK sebagai tersangka setelah memeriksa sejumlah saksi dan langsung menjemput serta memproses pelaku....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaHantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
BisnisHantavirus kembali menjadi perhatian global setelah terdeteksi di Kalimantan Barat dan menyebabkan satu pasien meninggal dunia pada Maret 2026. Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengonfirmasi temuan satu kasus virus Hanta berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaEl Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
BisnisKetua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan bahwa anak merupakan kelompok paling rentan menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang memicu suhu panas dan kekeringan berkepanjangan. Menurutnya, perubahan cuaca tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Neymar di Ujung Tanduk, Peluang Piala Dunia 2026?
- Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Hoaks Media Sosial Picu Rendahnya Imunisasi Anak Aceh
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Artikel Terbaru
Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Tautan Sahabat
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya