Lokasi: Kuliner >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kuliner7369 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/lo24xpq3e.html
Artikel Terkait
Hossam Hassan, Orang Mesir Pertama di Piala Dunia Pemain dan Pelatih
KulinerHassan lahir di Helwan, Mesir pada 10 Agustus 1966 dan saat ini berusia 59 tahun. Sebelum menjadi pelatih, Hassan dikenal sebagai salah satu striker paling tajam dalam sejarah sepak bola Mesir....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaJaksa KPK Hadirkan 5 Saksi Sidang Suap Bea Cukai
KulinerPersidangan kasus dugaan suap impor barang langsung memasuki tahap pembuktian setelah kubu terdakwa memutuskan tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan. "Persidangan awal untuk mulai membuktikan dakwaan yang kami susun dengan Terdakwa John Field dkk, hari ini," ujar Jaksa....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya70 Juta Perokok, Wamenkes: Rokok Kalahkan Belanja Beras
KulinerWakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyatakan konsumsi tembakau kini menjadi penyebab kematian terbesar kedua di Indonesia setelah tekanan darah tinggi. Pernyataan itu disampaikan Benjamin saat membuka Indonesia Conference on Tobacco Control (ICTOH) 2026 di Airlangga Shari'a and Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower, Kampus Dharmawangsa Universitas Airlangga Surabaya....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Anton Cabut Pernyataan Pelaku TNI Usai Anak Ditembak
- Nasabah PD BKK Klaten Adukan Dana Tak Cair ke DPR
- DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027, Prabowo Hadir Besok
- Serka M Nasir Dituntut 12 Tahun atas Kasus Pembunuhan Kacab Bank
- Hasil Aston Villa Tentukan Jatah Liga Champions Inggris
- Indonesia Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Geopolitik Energi
Artikel Terbaru
Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
Board of Peace Mandek, AS Sibuk Perang Iran
Polda Metro Kerahkan 14.237 Personel Kawal Aksi Harkitnas
Nilai Matematika TKA SMA 36,10, Pembelajaran Perlu Dibbenahi
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Mobil Bekas
MPR Tawarkan Josepha Jadi Duta LCC 4 Pilar
Tautan Sahabat
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Pemanfaatan AI pada MRI Bantu Dokter Petakan Penyakit Kompleks
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang