Lokasi: Hiburan >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Hiburan18743 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/kf0wna4ms.html
Artikel Terkait
Juventus Butuh Bantuan Tiga Tim untuk Lolos Liga Champions
HiburanJuventus wajib mengalahkan Torino pada laga terakhir musim ini untuk menjaga asa ke Liga Champions, setelah kalah head to head dari Como dan tertinggal dua poin dari AC Milan serta AS Roma yang kini berada di zona aman. Skuad asuhan Thiago Motta harus menang mutlak di Stadio Olimpico Grande Torino dan berharap AC Milan, AS Roma, serta Como gagal meraih kemenangan di pekan pamungkas....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaBendahara Desa Serang Bawa Kabur Dana Rp1 M
HiburanSejak diberlakukannya melalui Undang-Undang Desa pada tahun 2014, pemerintah mengalokasikan triliunan rupiah setiap tahun guna meningkatkan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan warga desa. Namun di balik tujuan mulia tersebut, muncul persoalan serius yang menghambat efektivitas program, yakni kasus penyalahgunaan anggaran desa terus ditemukan di berbagai daerah, mulai dari penggelapan dana hingga proyek fiktif....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaRico Waas Berobat ke Luar Negeri, Klaim Tak Pakai APBD
HiburanRico Waas mengkonfirmasi dirinya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan dan sudah melapor kepada Mendagri terkait agenda tersebut. Hal ini disampaikannya kepada wartawan melalui sambungan seluler pada Minggu (17/5/2026)....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
- Prakiraan Cuaca Flores: Dominan Berawan, Potensi Hujan Hari Ini
- BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 7 Wilayah Bangka Belitung Besok
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dimulai Jelang Kongres Banten
- Thalita/Dhinda Raih Kemenangan Perdana Thailand Open 2026
- Plafon Gedung Rp15,3 Miliar di Tuban Roboh Dua Kali
Artikel Terbaru
Profil Darren Bazeley, Pelatih Selandia Baru di Piala Dunia 2026
Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
Prakiraan Cuaca Bangka Belitung: Belitung Timur Berawan
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Hujan Ringan Dominasi Rabu Ini
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
Polisi Tangkap Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas
Tautan Sahabat
- Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
- BYD Khawatir Rupiah Melemah Tekan Daya Beli Mobil
- Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
- Pemulung Sampah Sukses Suplai Dapur MBG
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
- Promo JSM Indomaret, Alfamart, Superindo: Minyak Fortune Rp42.900
- Sengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP