Lokasi: Berita >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Berita8441 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/k2yz2srxt.html
Artikel Terkait
Messi diragukan, Piala Dunia 2026 tak sempurna tanpa La Pulga
BeritaLionel Messi mencatatkan dua gol dan satu assist saat membawa Inter Miami mengalahkan FC Cincinnati dengan skor telak 3-5. Sebenarnya Messi berpeluang mencetak hattrick, tetapi wasit memutuskan gol kelima Inter Miami sebagai gol bunuh diri pemain FC Cincinnati....
【Berita】
Baca SelengkapnyaWHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
BeritaDirektur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan surat terbuka kepada warga Tenerife, Spanyol, dengan mengakui kekhawatiran masyarakat yang kembali teringat pandemi COVID-19....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
BeritaDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Eza Gionino Akui Canggung Bertemu Meiza Usai Pisah
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Ayah di Bandung Sekap Anak dan Ancam Bakar Rumah
- Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
Artikel Terbaru
Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Cremonese Terancam Degradasi, Emil Audero Hadapi Como
Indonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
Tautan Sahabat
- Dugaan Prostitusi Anak Libatkan WNA, Belum Ada Bukti Valid
- BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan
- Polisi Usut Aliran Dana Sindikat Judi Hayam Wuruk
- Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris
- 3 Oknum TNI Gagal Bayar Rp5,8 Miliar, Digugat Perdata
- Ibadah Kenaikan Yesus di GPIB Immanuel, Jemaat Kagumi Cagar Budaya
- Anak Ahmad Bahar Lapor Polisi, Hercules Disangka Sekap
- Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Akibat Korsleting
- Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KRL di Lenteng Agung
- Rano Karno Ingin JIS Seperti San Siro Milan