Lokasi: Berita >>
Unair Buka Jalur Mandiri UTBK Plus 2026, Cek Syarat
Berita13 Dilihat
RingkasanJalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menggunakan nilai UTBK-SNBT 2026 dan hasil tes mata pelajaran sesuai program studi pilihan. Tes mata pelajaran dilaksanakan melalui Computer Based Test (CBT) di kampus Universitas Airlangga Surabaya....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-airlangga-unair.jpg)
Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang menggunakan nilai UTBK-SNBT 2026 dan hasil tes mata pelajaran sesuai program studi pilihan. Tes mata pelajaran dilaksanakan melalui Computer Based Test (CBT) di kampus Universitas Airlangga Surabaya. Pendaftar jalur mandiri ini wajib memiliki nilai UTBK-SNBT 2026.
Pendaftaran Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 dibuka mulai 11 Mei hingga 8 Juni 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman pendaftaran.unair.ac.id. Sebelum mengisi formulir pendaftaran online, calon pendaftar diwajibkan memiliki akun pendaftaran yang akan digunakan sebagai login ke dalam Sistem Pendaftaran Online Universitas Airlangga.
Simak persyaratan, tata cara pendaftaran, dan jadwal seleksi Jalur Mandiri UTBK Plus Unair 2026 selengkapnya di bawah ini. Informasi lebih detail mengenai prosedur dan ketentuan dapat diakses melalui portal resmi universitas.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jvabd3hta.html
Artikel Terkait
Messi Cetak 3 Gol 1 Assist, Bawa Inter Miami Menang
BeritaInter Miami berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan FC Cincinnati dengan skor 2-3 dalam lanjutan MLS 2026. Kevin Denkey menyamakan kedudukan untuk tim tuan rumah saat babak pertama tersisa empat menit waktu normal....
【Berita】
Baca SelengkapnyaRupiah Melemah, Ekspor Tambang Untung, Biaya Logistik Naik
BeritaDepresiasi rupiah dinilai dapat menjadi peluang bagi industri berbasis komoditas, menurut Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi. Ia menyatakan sektor yang paling diuntungkan dari pelemahan rupiah adalah industri ekspor berbasis komoditas tambang dan perkebunan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaMelestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
BeritaRirin dan Yuni telaten menyusun dan menggunting pola bahan pembuatan tas etnik di Workshop Mamnich, Jalan Merbabu Raya, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Pekerjaan ini bukan hal baru bagi keduanya karena bertahun-tahun pengalaman telah menempa Ririn dan Yuni menjadi perajin terampil yang mengolah kain menjadi produk fesyen sarat nilai budaya tradisional dan kearifan lokal....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Red Flag MotoGP Catalunya: Kecelakaan Horor Marquez-Acosta
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi
- Analis Mandiri Targetkan IHSG 9.050 di Tengah Tekanan Energi
- Alex Marquez Operasi, Absen MotoGP Catalunya 2026?
- Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
Artikel Terbaru
Arteta Dukung Bournemouth Kalahkan Teman Masa Kecil Guardiola
Pelemahan Rupiah Dorong Swasembada Pangan dan Energi
Telkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
Casemiro Diganti, Gelandang Serie A Segera ke Manchester United
Sistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
Tautan Sahabat
- Rekor 274 Pendaki Taklukkan Puncak Everest dalam Sehari
- Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
- Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
- Wali Kota New York Dikritik Akibat Jual Tiket Murah Piala Dunia
- 3 Pendaki Tewas Tertimbun Erupsi Gunung Dukono
- Xi Jinping Buka Peluang Bisnis AS, Trump Janjikan Masa Depan Cerah
- Penahanan Jurnalis Slamet Ariyadi oleh Israel Ancam Kebebasan Pers
- Hantavirus Dilaporkan di ASEAN, Indonesia Termasuk Daftar
- Trump Tolak Proposal Damai AS-Iran, Sebut Dokumen Sampah
- Nyamuk Wolbitos Senjata Brasil Lawan Demam Berdarah