Lokasi: Hikmah >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Hikmah99 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jar15ted9.html
Artikel Terkait
Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
HikmahSurvei terbaru yang dipublikasikan CNET pada 12 Mei 2026 menunjukkan hanya 13 persen pemilik smartphone yang tertarik mengganti perangkat mereka. Angka tersebut sedikit lebih tinggi untuk pengguna Apple iPhone....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaWHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
HikmahWabah virus Hanta yang langka dan mematikan terjadi di sebuah kapal pesiar yang berlayar melintasi Atlantik Selatan, memicu respons darurat kesehatan global yang melibatkan 12 negara. Laporan dari The Times of India pada Selasa (12/5/2026) menyebutkan wabah bermula dari beberapa penumpang yang mengalami demam dan gangguan pernapasan selama pelayaran, namun kondisi sejumlah pasien memburuk dengan cepat hingga menyebabkan kematian....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
HikmahDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Reddit Blokir Akses Web Ponsel, Paksa Unduh Aplikasi
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Sorong 17 Mei 2026: Hujan Ringan
- Waspada Cuaca Ekstrem: Jatim Hujan Sangat Lebat Besok
- Ibunda As'ad Aras Akui Firasat Buruk Sebelum Penangkapan
- Pemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
- ART Tersangka Kasus Kematian Bocah Akibat Pengobatan Mistik
- Sopir Bus Sugeng Rahayu dan Pemilik Warung Tewas
- Patricia Telepon Keluarga dan Bagikan Lokasi Sebelum Tewas Terbakar
- Sindikat Pita Cukai Ilegal Jateng Dibongkar, 19 Ditangkap
- Retribusi Sampah Dibayar Non Tunai Cegah Kebocoran
- Prakiraan Cuaca Madura: Hujan Ringan di Masalembu