Lokasi: Travel >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
Travel91 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan IB dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status IB ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pemimpin global yang berakar pada nilai keislaman.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/izeohtgr7.html
Artikel Terkait
BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
TravelBYD Motor Indonesia tengah merampungkan tahap akhir pembangunan fasilitas produksi kendaraan listrik yang diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 150. 000 unit per tahun....
【Travel】
Baca SelengkapnyaToyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
TravelErnando menilai insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif. Hal itu disampaikannya kepada Tribunnews....
【Travel】
Baca SelengkapnyaWuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
TravelWuling Eksion mencatatkan lebih dari 1. 000 SPK sejak peluncuran nasional, mencerminkan respons positif masyarakat terhadap kombinasi kenyamanan, efisiensi, dan teknologi kendaraan modern....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- Toyota Zenix Hybrid Fleet Rilis 2027, Fitur Diturunkan
- AFF 2026 Tanpa Pemain Eropa, Herdman Latih Timnas
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
Artikel Terbaru
Wardatina Mawa Bantah Video Syur, Kuasa Hukum Beri Komentar
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
Ammar Zoni Ajukan PK, Peluang Sukses Dinilai Kecil
BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
Tautan Sahabat
- Kontrak Marquez di Ducati: Klausul Pensiun Tanpa Penalti
- Leo Daniel Akui Masih Kagok di Thailand Open 2026
- Persaingan Men Elite Indonesian Downhill 2026 Diprediksi Panas
- Thalita Petik Pelajaran Usai Kalah Rubber dari Ratchanok
- Hillstate Yakin Penuh Megawati, Cedera Bukan Masalah
- EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
- Megawati Gabung Latihan Hyundai Hillstate Juli 2025
- EVOS Kalah 0-2 dari NAVI di MPL ID S17
- Ginting Gagal Revans, Duel Saudara Hancur di Malaysia Masters 2026
- Mandalika Tunjuk Ananda Mikola Sebagai Direktur Utama