Lokasi: Berita >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Berita34786 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/imoqjtcfi.html
Artikel Terkait
Jadwal Sprint MotoGP Catalunya 2026, Bagnaia Frustrasi
BeritaPara penggemar MotoGP bersiap menyaksikan sprint race yang berlangsung akhir pekan ini, sehari sebelum balapan utama. Balapan singkat pada hari ini menjadi kesempatan krusial bagi para pembalap untuk menambah poin dan memperbaiki posisi di klasemen sementara....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPemerintah Targetkan Desa Bebas Pinjol Lewat Koperasi Merah Putih
BeritaMenteri Koordinator Bidang Pangan yang akrab disapa Zulhas menyampaikan arahan Presiden dalam program Koperasi Desa/Kelurahan untuk Modernisasi dan Percepatan Ekonomi (KDKMP) tidak berhenti pada pembangunan fisik koperasi semata. Menurutnya, Presiden sedang membangun sistem ekonomi desa yang sesuai dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yakni ekonomi yang disusun atas usaha bersama dan berpihak pada kemakmuran rakyat....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDolar AS Menguat, Masyarakat Desa Paling Terdampak
BeritaDalam ekonomi modern, dampak kurs bekerja lewat rantai pasok, bukan lewat apakah seseorang memegang dolar atau tidak, ujar Yusuf dikutip Minggu (17/5/2026). Ia menjelaskan kebutuhan masyarakat desa masih dipengaruhi pergerakan kurs, seperti pupuk urea dan NPK untuk bercocok tanam....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ducati Konfirmasi Tak Cari Pengganti Marc Marquez
- RI-Singapura-Malaysia Hidupkan Lagi Kerja Sama SIJORI
- Mendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
- Penguatan Konektivitas Dagang Indonesia-ASEAN-China
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
Artikel Terbaru
Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
BRI KPR Permudah Masyarakat Miliki Properti Fleksibel
Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
Purbaya Siap ke DPR Bahas Rupiah Loyo
Google Bocorkan Fitur Tersembunyi Fitbit Air
Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
Tautan Sahabat
- Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
- Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Dinilai Bahayakan Masyarakat Desa
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Koperasi Diajak Garap Pasar Luar Negeri Lewat Jejaring Global
- Kementerian ESDM Tanggapi WN Tiongkok di Tambang Emas Ilegal Sangihe
- Melestarikan Wastra Nusantara Lewat Tas Etnik Perempuan
- Prabowo Tanya Rupiah ke Purbaya Saat Serah Terima Rafale