Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Pendidikan32 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/i6rumiw0a.html
Artikel Terkait
Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
PendidikanCipto Waluyo melaporkan atap ruang kelas 7 di sekolahnya roboh pada Selasa (12/5/2026) pukul 07. 30 WIB saat siswa mengikuti pelajaran Bahasa Inggris....
Baca Selengkapnya6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
PendidikanStudi terbaru dalam jurnal Science yang meneliti data dari 6. 500 orang berbagai usia mengungkapkan kabar baik khusus untuk perempuan....
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Pendidikandr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Nadiem Makarim Menurut Sang Istri: Makna Maaf hingga Budaya Kerja
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Marinus Gea Minta Kanwil HAM Banten Lindungi Buruh
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
Artikel Terbaru
Calvin Dores Jual Mata Demi Masa Depan Anak
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
Peternak Sapi Pati Batal Nikah, Calon Istri Kabur
Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Tautan Sahabat
- Geely Siap Luncurkan SUV Bensin Baru di Indonesia
- IBC Sebut Mobil Nasional Wujud Hilirisasi EV End to End
- Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
- Geely Tambah Diler Baru, Target 80 Jaringan Akhir Tahun
- Honda Patenkan Teknologi Motor Trail Listrik Baru
- 5 Situasi Darurat yang Wajib Pakai Towing
- PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula