Lokasi: Berita >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berita949 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/i277cfpnj.html
Artikel Terkait
Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
BeritaSindikat narkoba di Kampung Gang Langgar terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat. Peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur dengan melibatkan sniper atau pengawas yang menggunakan handy talky (HT)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaVisa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
BeritaImmigration Services Agency of Japan memperkirakan sejumlah bidang pekerjaan akan mencapai batas maksimum penerimaan tenaga kerja asing mulai awal 2027. Prediksi ini muncul setelah sektor restoran mulai menghentikan penerimaan baru di beberapa perusahaan akibat kuota yang penuh sebanyak 50....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
BeritaLatihan Dasar Kepemimpinan (LDK) 5. 0 resmi digelar oleh pelajar Indonesia di Jerman dengan tema "Be the Leader in You — Communication, Collaboration, and Strategy" untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi tim, dan berpikir kritis....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- BRN Bali Serukan Perlawanan terhadap Mafia Gadai Rental
- Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan Usai Diculik Kapal Israel
- Drone Hizbullah Buat Tentara Israel Frustrasi dan Ketakutan
- Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi
- 2 Anggota TPNPB Tewas Baku Tembak dengan Aparat di Dekai
- Global Sumud Nusantara dan Flotilla Ditangkap Israel
Artikel Terbaru
Machika Luna Rilis 'Kupu Lucuku', Kisah Cinta Pertama
Erupsi Gunung Dukono Tewaskan Pengantin Baru di Halmahera
Putin Sambut Santai Menlu China, Rusia Tetap Teman Lama
1,5 Juta Jemaah Tunaikan Haji di Tengah Perang
Al Ahli Kunci 3 Besar, Toney Buru Sepatu Emas Liga Arab
New York Buka Undian Tiket Piala Dunia 2026, Mulai 50 Dolar
Tautan Sahabat
- KTT Trump-Xi tanpa wanita menuai kritik maskulin
- AS Kurangi Jumlah Pasukan di Eropa
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Putin dan Xi Bersatu Hadapi AS dan Ukraina
- 42 Pesawat AS Hancur Termasuk F-15 dan Drone MQ-9
- Menteri Israel Ejek Aktivis Freedom Flotilla Tuai Kecaman.
- Terra Drone Jepang Akui Salah Kelola Baterai Bekas
- Trump Tolak Tawaran Iran, Sebut Gencatan Senjata Sekarat
- Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS Lanjutkan Perang
- Wali Kota New York Dikritik Akibat Jual Tiket Murah Piala Dunia