Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup72561 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/gpu6tn83g.html
Artikel Terkait
Pesta Juara Al Nassr Tertunda, Ronaldo Hengkang
Gaya HidupAl Hilal resmi menjadi juara Saudi Pro League musim ini setelah meraih kemenangan 2-0 saat menjamu Neom SC di Kingdom Arena, mengungguli Al Nassr yang juga mengoleksi 84 poin di klasemen akhir. Persaingan gelar juara yang diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir benar-benar terealisasi dengan kedua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin identik....
Baca SelengkapnyaMikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
Gaya HidupMikroplastik telah ditemukan hampir di setiap ekosistem, mulai dari dasar laut hingga tundra Antartika, dan partikel kecil ini tidak hanya menumpuk di otak tetapi juga mampu melewati sawar darah-otak atau blood-brain barrier. Konsentrasi mikroplastik pada sampel tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2016, yang merupakan sisa dari masifnya produksi plastik global....
Baca SelengkapnyaWNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
Gaya HidupPlt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni menerangkan, International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP) Inggris mengirimkan notifikasi kepada Indonesia pada 7 Mei 2026 mengenai kontak erat warga negara asing (WNA) dengan pasien tertentu. WNA Inggris berusia 60 tahun itu mengikuti perjalanan menggunakan kapal pesiar MV Hondius dan memiliki riwayat kontak, termasuk satu penginapan di Saint Helena serta duduk berdekatan dalam penerbangan menuju Johannesburg, Afrika Selatan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Trump Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Artikel Terbaru
LG Rilis Mesin Cuci AI 20 Kg, Tipe WashTower dan Top Loading
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
3 Bintang Piala Dunia Pernah Bermain di Liga Indonesia
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Tautan Sahabat
- Pendeta Abraham: Kenaikan Yesus Bukan Sekadar Seremoni
- Polisi Selidiki Dugaan Child Grooming di SMK Letris
- Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
- 3 Jambret WNA di Bundaran HI Ternyata 120 Kali Beraksi
- Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
- Polda Metro Tangkap 8 Begal, 5 Pelaku Masih Diburu
- Pramono Sebut Ketimpangan Kaya-Miskin Masalah Utama Jakarta
- Pramono Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di HUT Jakarta
- Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun
- Polisi Ungkap Teror Pocong Tangsel Hanya Pengamen Cosplay