Lokasi: Otomotif >>
Pendaftaran Jalur Rapor UNJ Ditutup 31 Mei 2026
Otomotif5155 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-jakarta-unj-4345.jpg)
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa eligible yang belum diterima pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun lulusan SMA/sederajat tahun 2026 yang belum lolos SNBP atau SNBT.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi UNJ dengan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000. Dalam ketentuan yang diumumkan pihak kampus, setiap peserta hanya diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik jenjang Sarjana (S-1) maupun Sarjana Terapan (D-4). Ketentuan ini berlaku untuk seluruh peserta PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor tahun 2026.
Selain itu, terdapat beberapa syarat umum yang wajib diperhatikan calon pendaftar. Peserta yang sudah diterima melalui SNBP tidak dapat mengikuti seleksi ini. UNJ juga menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos PENMABA Jalur Rapor, tetapi kemudian melakukan daftar ulang pada jalur UTBK-SNBT 2026, maka kelulusannya pada jalur mandiri rapor otomatis dibatalkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/gaf2mdij2.html
Artikel Terkait
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
OtomotifErnando menilai insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat dihubungi Tribunnews....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaPemerintah Minta Bantuan BoP Bebaskan 9 WNI Ditahan Israel
OtomotifMenteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan pemerintah telah mengaktifkan jalur diplomasi multilateral serta komunikasi dengan sejumlah negara di kawasan untuk memastikan kondisi para Warga Negara Indonesia (WNI). Sugiono mengonfirmasi keterlibatan Kementerian Luar Negeri RI dan menginstruksikan perwakilan untuk berkomunikasi dengan otoritas setempat....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaRI Kecam Mandulnya Dewan Keamanan PBB
OtomotifIndonesia melontarkan kritik tajam terhadap sistem multilateral global yang dinilai lumpuh dan tidak lagi efektif karena negara-negara berpengaruh justru melanggar aturan yang mereka buat sendiri. Kritik keras ini disampaikan Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, dalam forum Pertemuan Tingkat Tinggi BRICS 2026 di New Delhi, India, pada Jumat (15/5/2026)....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Setengah Langit - Idgitaf Ft Dere: Kunci Gitar Bahagia
- Elon Musk dan 17 Bos AS Temui Xi Jinping di China
- Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
- Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal di Selat Hormuz
- Maki Otsuki Tampil di Marapthon, Reza Arap Menangis
- Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi RI Buang Jenazah Bayi
Artikel Terbaru
Erling Haaland Bukan Satu-satunya, Ini Skuad Norwegia
Pembekalan LPDP untuk TNI: Relevan bagi Akademik?
Polisi Buka Kasus Hilang Siswi Osaka 2003, Hadiah Rp315 Juta
Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
Inter Milan dan PSG Juara, Man City Tekuk Arsenal
Xi Jinping Sajikan Bebek Panggang dan Bakpao Babi untuk Trump
Tautan Sahabat
- Putin dan Xi Bersatu Hadapi AS dan Ukraina
- Forum BRICS India Jadi Panggung RI Pertegas Peran Aktif
- Iran-China Perkuat Koordinasi Politik di Tengah Dinamika AS
- AS Habiskan 300 Rudal Lindungi Israel dari Serangan Iran
- Krisis Nafta Jepang Naikkan Harga Barang, Subsidi Bensin Disorot
- 5.000 WNI Bekerja di Perusahaan Konstruksi Chitose, Hokkaido
- Aktivis GSF: Penderitaan Palestina Jauh Lebih Besar dari Tahanan
- Analis Sebut Iran Akan Serang UEA, Timur Tengah Panas
- Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India
- Ekonomi Rusia Melambat, UE Sanksi Penculikan Anak Ukraina