Lokasi: Teknologi >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Teknologi1164 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/fsbfw7orc.html
Artikel Terkait
Profil Darren Bazeley, Pelatih Selandia Baru di Piala Dunia 2026
TeknologiDarren Bazeley akan mencatat sejarah unik di dunia sepak bola internasional sebagai pelatih pertama yang memimpin tim di empat ajang utama FIFA berbeda. Pria asal Northampton itu sukses mengantar Selandia Baru memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjuarai kualifikasi zona Oseania....
Baca SelengkapnyaKesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
TeknologiDokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr....
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Teknologidr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Kacamata AI Juli 2026
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Artikel Terbaru
Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Apple dan Intel Kembali Jalin Kerja Sama
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
Tautan Sahabat
- Kasat Resnarkoba Polres Kukar Tersangka Narkotika Etomidate
- 11 Bayi Dititip Bidan Sleman, Bayar Rp 50 Ribu per Hari
- Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Hujan Ringan Dominasi Rabu Ini
- QRIS Digital Andalan UMKM, Transaksi Wisata Makin Praktis
- Prakiraan Cuaca Sorong 17 Mei 2026: Hujan Ringan
- Waspada Cuaca Ekstrem: Jatim Hujan Sangat Lebat Besok
- Kisah Arsitek Morowali Kini Jadi Wakil Ketua DPRD
- Polwan Digerebek Berduaan, Polda Maluku Selidiki Kasus
- Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
- Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa