Lokasi: Kuliner >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kuliner436 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ffhas3ib0.html
Artikel Terkait
Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
KulinerSindikat narkoba di Kampung Gang Langgar terkenal licin karena selalu lolos dari operasi aparat. Peredaran narkoba di sana dilakukan secara terorganisir dan terstruktur dengan melibatkan sniper atau pengawas yang menggunakan handy talky (HT)....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
KulinerPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaMikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
KulinerMikroplastik telah ditemukan hampir di setiap ekosistem, mulai dari dasar laut hingga tundra Antartika, dan partikel kecil ini tidak hanya menumpuk di otak tetapi juga mampu melewati sawar darah-otak atau blood-brain barrier. Konsentrasi mikroplastik pada sampel tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan tahun 2016, yang merupakan sisa dari masifnya produksi plastik global....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Luna Maya Bongkar Pembiayaan Rumah Tangga, Bantah Maxime Numpang Hidup
- BPJS Kesehatan Perluas Cathlab untuk Pasien Jantung
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Artikel Terbaru
Cuaca Malang dan Batu Hari Ini Cerah Berawan hingga Hujan
80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
5 Manfaat Anggur bagi Kesehatan Tubuh
Protein Hewani Kunci Asam Amino Esensial Tumbuh Kembang Anak
Ronaldo Diledek Fans Al Hilal Usai Pesan Derby Riyadh
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Tautan Sahabat
- Pertemuan Dirjen Bea Cukai dengan Pemilik Bluray Terungkap
- Nurhadi Tetap Dihukum 5 Tahun, PT DKI Kuatkan Putusan
- Kemenkeu Bantah Video Viral Menkeu Tawarkan Bantuan Modal
- Penerima Bansos Judi Online Akan Dicoret Langsung
- Masyarakat Sipil Kritik Demokrasi Indonesia di Peringatan Reformasi
- Noel Ebenezer Sebut Tuntutan 5 Tahun Penjara Gila
- KBPP Polri Audiensi dengan Kapolri Bahas Munas VI 2026
- Gus Miftah: Judi Online, Bullying, Kekerasan Seksual Jangan Dianggap Sepele
- Menkum: Revisi UU Polri Atur Penempatan Polisi Aktif di Jabatan Sipil
- Kubu Nadiem Bantah Gandeng Influencer soal Kasus Chromebook