Lokasi: Properti >>
Kemenag Buka Beasiswa Double Degree Inggris 2026
Properti85 Dilihat
RingkasanKementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang sebelumnya telah berjalan, dan kini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta UIN Alauddin Makassar sebagai mitra kerja sama internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Beasiswa-BIB-Kemenag-2026.jpg)
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) memperluas program Master Double Degree dengan SOAS University of London pada tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag 2026 yang sebelumnya telah berjalan, dan kini melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta UIN Alauddin Makassar sebagai mitra kerja sama internasional.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa perluasan kerja sama ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia. "Ini mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang terhubung secara global," ungkap Ruchman. Siti Maria Ulfa, selaku Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan PUSPENMA, menambahkan bahwa program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang ingin meraih pengalaman akademik internasional dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan di Indonesia.
Pendaftar program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memiliki sertifikat tes ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang diterbitkan lembaga resmi. Program ini dibuka mulai 1 April 2026 hingga 31 Mei 2026, dan informasi lengkap mengenai beasiswa dapat diakses melalui website resmi Kemenag.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/facbsb410.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar Ini Adalah Cinta Arsy Widianto Wijaya 80
PropertiArsy Widianto dan Wijaya 80 merilis lagu kolaborasi berjudul "Ini Adalah Cinta" pada 13 Mei 2026, lengkap dengan video musik resminya. Lagu ini menyentuh hati banyak pendengar berkat liriknya yang sederhana namun penuh makna, sehingga cepat dijadikan latar konten lipsync, video estetik, dan refleksi perasaan di platform seperti TikTok....
【Properti】
Baca SelengkapnyaApple dan Samsung Kuasai Smartwatch Terbaik 2026 Versi ACSI
PropertiApple masih mempertahankan posisi puncak dalam indeks kepuasan pelanggan ACSI meskipun skornya tidak mengalami lonjakan signifikan. Dua merek lain yang masuk dalam daftar teratas adalah Samsung dan Fitbit, yang terus bersaing ketat di industri wearable....
【Properti】
Baca SelengkapnyaWhatsApp Plus Kini Tersedia di iPhone, Mulai Rp14 Ribuan
PropertiWhatsApp menghadirkan layanan premium berbayar bernama WhatsApp Plus yang menawarkan fitur eksklusif untuk mempercantik tampilan aplikasi dan mempermudah pengelolaan chat, sebagaimana dilaporkan oleh WABetaInfo pada publikasi 9 Mei 2026. Pengguna yang mendapatkan akses dapat melihat opsi berlangganan langsung melalui menu pengaturan aplikasi, sementara pengguna yang tidak berlangganan tetap bisa menggunakan seluruh fitur utama....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- Pasar Eropa dan Amerika Incaran Ekspor Produk Kreatif
- Rebalancing MSCI Dinilai Dorong Penguatan Pasar Modal
- Prabowo Tanya Rupiah ke Purbaya Saat Serah Terima Rafale
- BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
- Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi, Ini Faktornya
- Penguatan Konektivitas Dagang Indonesia-ASEAN-China
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- Ibu Sunarsih Raih Sukses Katering Berkat Modal KUR BRI
- Sengketa Hotel Sultan, Hamdan Zoelva Bicara Ambil Alih Bisnis
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP