Lokasi: Hiburan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Hiburan57 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/er60p4aut.html
Artikel Terkait
Pimpinan Komisi X Minta Evaluasi Total PSSI Usai Bentrok Suporter
HiburanLalu menilai rentetan kerusuhan yang terus berulang menunjukkan lemahnya pengelolaan kompetisi dan pembinaan suporter di sepak bola nasional. Lalu menyoroti kericuhan suporter di Stadion Lukas Enembe setelah Persipura Jayapura gagal promosi, dan menegaskan tindakan tegas harus diambil agar insiden serupa tidak terulang serta mencoreng wajah sepak bola Indonesia....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaPolisi Tangkap Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas
HiburanData dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat jumlah total kasus kekerasan pada periode Januari-Oktober 2025 mencapai 25. 180 kasus, dengan 26....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaPatricia Telepon Keluarga dan Share Lokasi Sebelum Tewas Terjebak Api
HiburanPricilia terjebak di lantai 3 atau lantai atas pusat perbelanjaan tempatnya bekerja saat kebakaran melanda gedung tersebut. Patricia sempat berkomunikasi dengan keluarga dan temannya untuk mengabarkan kondisinya di dalam gedung yang terbakar, namun pembicaraan itu tak berlangsung lama karena sambungan telepon sudah tak direspons lagi oleh Patricia....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pedro Acosta Terdepan di Grid MotoGP Catalunya 2026
- Atap Sekolah Ambruk di Sragen, Siswa Luka-luka
- Pelajar Jogja Tewas Ditusuk Klitih Usai Kejar-kejaran
- Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf
- Reddit Blokir Akses Web Ponsel, Paksa Unduh Aplikasi
- BMKG: Manokwari Berawan Tebal, Cuaca Papua Barat
Artikel Terbaru
John Herdman Bidik 5 Pemain Naturalisasi untuk Piala Asia 2027
Prakiraan Cuaca Bandung Raya Rabu: Sumedang Cerah, Bandung Hujan
Pekerja Tambang Emas Yahukimo Tewas, OPM Diduga Pelaku
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan Guyur Sulawesi Tenggara
WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Kesehatan Global
Indri Wahyuni Juri LCC MPR Soroti Artikulasi, Harta Rp4 M
Tautan Sahabat
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya