Lokasi: Berita >>
KKP Buka PENTARU 2026, Ini Daftar Sekolah dan Syarat
Berita2664 Dilihat
RingkasanKementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KKP-Resmi-Buka-PENTARU-2026.jpg)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi meluncurkan Penerimaan Peserta Didik (Pentaru) 2026 pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat KKP. Peluncuran program ini dilakukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan.
KKP merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengelola sektor kelautan dan perikanan Indonesia, termasuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang tersebut. Terdapat beberapa jalur penerimaan, mulai dari jalur khusus hingga jalur umum dan mandiri, dengan fokus utama pada anak pelaku usaha dan pendukung sektor kelautan dan perikanan. Adapun kuota penerimaan dibagi berdasarkan jalur pendidikan, termasuk skema 100 persen jalur khusus pada satuan tertentu serta 80 persen umum dan 20 persen jalur khusus di unit PK-BLU, dikutip dari Instagram resmi KKP.
Dalam sambutannya, Nyoman Radiarta menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan sangat bergantung pada kualitas SDM. Menurutnya, transformasi menuju sektor yang maju dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui pendidikan vokasi yang mampu melahirkan generasi unggul, adaptif, dan berintegritas. “Melalui Pentaru 2026, kita tidak hanya membuka proses penerimaan peserta didik, tetapi juga menyiapkan generasi baru pelaku utama sektor kelautan dan perikanan yang akan menjadi penggerak utama ekonomi biru di masa depan. Para peserta didik yang akan bergabung adalah calon-calon profesional yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta membawa inovasi bagi kemajuan sektor ini,” ujarnya.
KKP memiliki sejumlah kampus vokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) di beberapa daerah, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (Akom KP), serta Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Kampus-kampus ini menjadi pusat pendidikan tinggi vokasi yang menyiapkan tenaga ahli di bidang teknologi kelautan, perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil laut, hingga manajemen usaha perikanan modern.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/eqtbem7dw.html
Artikel Terkait
BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
BeritaPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) yang akan mulai diterapkan pada Juni 2026. "Saya belum bisa memberi tanggapan karena belum ada informasi resmi terkait hal tersebut," kata Luther saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLaznas Dewan Dakwah Salurkan Kurban ke Afrika dan Palestina
BeritaLaznas Dewan Dakwah menggelar kampanye "Bismillah Bisa Qurban" di kawasan Bundaran HI pada Senin (18/5/2026) dengan menghadirkan aktivis kemanusiaan Pizaro Gozali Idrus yang menekankan pentingnya menjadikan qurban sebagai simbol kepedulian sosial dan penguat ukhuwah umat. "Melalui semangat Bismillah Bisa Qurban, kami ingin mengajak masyarakat untuk yakin bahwa setiap orang memiliki kesempatan berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama," ujar Pizaro dalam keterangan tertulisnya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKoalisi Masyarakat Sipil: Demokrasi Indonesia Mundur Akibat Militerisme
BeritaKetua Centra Initiative sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Al Araf, menyatakan demokrasi Indonesia bergerak mundur menuju otoritarianisme dalam diskusi publik bertema "Refleksi 28 Tahun Reformasi: Menguatnya Militerisme, Menyempitnya Ruang Demokrasi dan Ancaman Krisis Ekonomi" di kawasan Tebet, Jakarta, pada Selasa (19/5/2025). Al Araf mengungkapkan situasi itu tampak dari semakin luasnya keterlibatan militer dalam urusan non-pertahanan, meningkatnya pendekatan keamanan dalam merespons kritik publik, serta maraknya intimidasi terhadap masyarakat sipil, pembela HAM, akademisi, hingga ruang-ruang sipil lainnya....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Laut Kidul Viral TikTok Mudun Srengenge
- BUMN Pintu Tunggal Ekspor SDA, DPR: Pangkas Mafia
- Pimpinan DPR Soroti Derita Guru Akibat Implementasi Daerah
- Menteri Pigai Kecam Israel Culik WNI Misi Kemanusiaan
- Taisei Marukawa Beri Kode Naturalisasi ke PSSI
- Keutamaan Sedekah di Bulan Dzulhijjah dalam Islam
Artikel Terbaru
Batik Ciprat BRILiaN Kemodo, Disabilitas Buktikan Karya Hebat
3 Oknum TNI Sampaikan Nota Pembelaan Besok
Kapolri Bekali Seragam Taktis Anti Bom Molotov untuk Polri
Serka Frengky Dituntut 4 Tahun, Surat Kopassus Diserahkan
Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
Board of Peace Mandek, AS Sibuk Perang Iran
Tautan Sahabat
- Pemprov DKI dan Polda Integrasikan 50 Ribu CCTV Jakarta
- Pemuda Bonceng Tiga Tabrak Tiang Demi Kabur dari Kejar Massa
- Polri Target 1.500 SPPG, Ditpolairud Jaga Pasokan Pangan
- Model Dibegal di Tol Kebon Jeruk, Kritis
- Pengedar Ratusan Tramadol dan Hexymer di Babelan Bekasi Ditangkap
- 480 Polisi Amankan HUT GRIB Jaya Ke-15 di GBK
- Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Siang Hari JakTim
- SMAN 112 Jakarta Perkuat Mitigasi Dua Tahun Pascakebakaran
- Polisi Intai Markas Judol WNA di Hayam Wuruk Tanpa Identitas
- LPSK Minta Polisi Tunda Laporan Balik Erin Kasus PRT Jaksel