Lokasi: Otomotif >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Otomotif7 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/e4sr4uzyd.html
Artikel Terkait
BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
OtomotifWuling Atto 1 menjadi pilihan mobil listrik kompak yang menyasar konsumen urban dan pengguna pertama kendaraan listrik di Indonesia. "Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik yang praktis, efisien dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari terus berkembang," kata Eagle Zhao dikutip Jumat (15/5/2026)....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaRico Waas Berobat ke Luar Negeri, Klaim Tak Pakai APBD
OtomotifRico Waas mengkonfirmasi dirinya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan dan sudah melapor kepada Mendagri terkait agenda tersebut. Hal ini disampaikannya kepada wartawan melalui sambungan seluler pada Minggu (17/5/2026)....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaKKP Sespimmen Polri Bahas Strategi Kepemimpinan Global di Mataram
OtomotifPolresta Mataram menjadi tuan rumah pelaksanaan Kuliah Kerja Praktek (KKP) yang diikuti oleh 10 orang anggota Kelompok Kerja (Pokjar) IX Serdik Sespimmen Dikreg ke-66. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Strategis Tingkat Menengah Dalam Menghadapi Pengaruh Dinamika Geopolitik Global” dan melibatkan sejumlah unsur lintas sektoral serta pejabat utama....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Messi 12 Gol di MLS 2026, Tempel Ketat Puncak Top Skor
- ART Tersangka Kasus Kematian Bocah Akibat Pengobatan Mistik
- Opera Batak Tona Sian Huta Tembus Panggung Nasional
- Sindikat Kampung Narkoba Samarinda Gunakan Sniper dan HT
- Dokter Peringatkan Bahaya Salah Obat Diabetes Lansia
- Pemuda Lampung Ngaku Dibegal, Jual Motor Hindari Cicilan
Artikel Terbaru
5 Situasi Darurat yang Wajib Pakai Towing
Kekerasan Daycare di 5 Kota, 103 Anak Terdampak di Jogja
Prank Laporan Bunuh Diri, Polisi dan Relawan Jadi Korban
Aktivis Herman Budianto Ditangkap Israel, Minta Bantuan Pemerintah
Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
Kronologi Pelajar Jogja Tewas Ditusuk Klitih Dini Hari
Tautan Sahabat
- AS Boroskan 200 Rudal THAAD untuk Lindungi Israel
- Meta PHK 8.000 Karyawan dan Hentikan 6.000 Rekrutmen
- Pasukan Zionis Israel Lelah Hadapi Operasi Hizbullah
- Idul Adha Gaza Nestapa, Ternak Habis Harga Kurban Melonjak
- Aturan Baru Cina Cegah Perusahaan Barat Lepas Ketergantungan
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Xi Sentil Trump: Langkah Salah Soal Taiwan Picu Konflik
- Polisi Jepang Tangkap 14 WNA, WNI Overstay Hampir 7 Tahun
- Inggris Borong Obat Avigan dari Jepang Antisipasi Hantavirus
- 131 Meninggal Akibat Ebola di Kongo, WHO Khawatir Penularan Cepat