Lokasi: Teknologi >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
Teknologi2 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan IB dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status IB ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pemimpin global yang berakar pada nilai keislaman.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dsodntccg.html
Artikel Terkait
Elang Gibran Gabung Elemen Gonjiam di 402 Rumah Sakit Angker
TeknologiElang mengaku proses membangun karakter Bara dalam film '402 Rumah Sakit Angker Korea' cukup rumit. Sosok Bara digambarkan sebagai karakter menyebalkan bagi orang-orang di sekitarnya....
Baca SelengkapnyaIBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
TeknologiPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100. 000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026....
Baca SelengkapnyaProduk Palet Desa BRILiaN Kemudo Klaten Tembus Pasar Amerika
TeknologiHadi (39) tenggelam dalam kesibukannya menghaluskan potongan limbah kayu palet untuk disulap menjadi berbagai furnitur dan produk. Total 3 tahun lamanya, ia dipercaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kemudo Makmur menjadi perajin palet....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Terjemahan Lirik Woman John Lennon: Ungkapan Emosi Campur Aduk
- Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
- Pemuda Lereng Merbabu Sukses Bisnis Domba Kurban dengan KUR BRI
- Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
- Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso sebagai Pelatih hingga 2030
- Hilirisasi Tebu Targetkan Indonesia Mandiri Gula
Artikel Terbaru
Luka Modric Ungkap Jose Mourinho Buat Ronaldo Menangis
Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
Sorgum Didorong Perkuat Transisi Energi Lewat Biomassa
Prabowo Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR Besok
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
Tautan Sahabat
- Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
- Penasihat Iran Kirim Peringatan ke Trump Sebelum Lawatan ke China
- India Siap Terima Sistem S-400 dari Rusia
- 104 Orang Ditangkap, Jejak Bisnis Dalang Scam Chen Zhi Terkuak
- India Larang Rakyat Beli Emas Selama Setahun
- Pengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
- Menlu RI Serukan Reformasi Sistem Global di Forum BRICS
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- WNI Boyolali Jadi Pemadam Kebakaran Sukarela di Saga Jepang
- Aktivis GSF: Penderitaan Palestina Jauh Lebih Besar dari Tahanan