Lokasi: Bisnis >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Bisnis362 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/do2cilgnv.html
Artikel Terkait
Mahfud MD Dapat Jersey Timnas Spesial di Ultah ke-69
BisnisSuasana hangat dan sederhana mewarnai perayaan ulang tahun ke-69 Mahfud MD yang dihadiri sejumlah sahabat, akademisi, budayawan, seniman, hingga kolega dekat. Meski digelar tanpa kemewahan berlebihan, sejumlah hadiah unik dan simbolis turut mewarnai perayaan tersebut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaDSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
BisnisPT Digital Sumber Sejahtera Motor resmi bertransformasi dari DSS Motor menjadi Mobix, identitas baru dalam bisnis mobil bekas atau mobkas. Mobix merupakan perusahaan hasil kolaborasi diler besar Mitsubishi yang fokus menyediakan unit mobil bekas bersertifikat dengan layanan jual komprehensif dan paket pembayaran fleksibel....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
BisnisIndonesia resmi mengoperasikan SPKLU atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ke-5. 000 yang menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di tanah air....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Longsor Curug Subang, Dua Wisatawan Perempuan Ditemukan Tewas
- Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- 5 Situasi Darurat yang Wajib Pakai Towing
- Persib Bandung Segel Juara Liga 1 Usai Klasemen Terbaru
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
Artikel Terbaru
Atap Kelas MTs Muhammadiyah Sragen Roboh, Korban Dengar Kretek
Wuling Eksion Mulai Diniagakan di India dengan Nama Starlight 560
PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
El Rumi Ucapkan Selamat untuk Al Ghazali yang Jadi Ayah
Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
Tautan Sahabat
- KPAI: Kekerasan Anak di Daycare Terjadi di 5 Kota, Yogya Terbanyak
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Hujan Ringan-Sedang di Arfak
- Pekerja Tambang Emas Yahukimo Tewas, OPM Diduga Pelaku
- Prakiraan Cuaca Banyumas: Waspada Kabut pada 22 Mei 2026
- Dosen UNU Blitar Lecehkan Belasan Mahasiswi
- Prakiraan Cuaca Bali: Hujan Lebat di Buleleng, Kabut di Karangasem
- Wanita Jepang Diancam Jual Organ oleh Jaringan Penipuan di Indonesia
- Mahasiswi UIN Solo Dilecehkan Dosen saat Sidang Skripsi
- Prakiraan Cuaca Papua: Jayapura Berkabut, Keerom Kabur
- Pimpinan Ponpes Ponorogo Tersangka Cabuli 11 Santri