Lokasi: Berita >>
SPMB Surabaya 2026 Jenjang TK Tanpa Tes Akademik
Berita359 Dilihat
RingkasanPemerintah Kota Surabaya membuka penerimaan SPMB Kota Surabaya 2026 untuk jenjang TK dengan menyediakan kuota jalur reguler dan jalur inklusi bagi kelompok usia tertentu. Kebijakan ini diumumkan melalui laman resmi sebagai upaya pemerataan akses pendidikan sejak dini di ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-SURABAYA-TK-2352343223.jpg)
Pemerintah Kota Surabaya membuka penerimaan SPMB Kota Surabaya 2026 untuk jenjang TK dengan menyediakan kuota jalur reguler dan jalur inklusi bagi kelompok usia tertentu. Kebijakan ini diumumkan melalui laman resmi sebagai upaya pemerataan akses pendidikan sejak dini di ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut.
Jalur reguler diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memenuhi persyaratan usia sesuai ketentuan, sementara jalur inklusi memberikan kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti proses belajar di sekolah umum. Setiap sekolah yang ditunjuk memiliki alokasi kuota terbatas yang harus diperebutkan oleh orang tua atau wali murid selama periode pendaftaran.
Informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pendaftaran SPMB Kota Surabaya 2026 jenjang TK dapat diakses melalui portal resmi yang telah disediakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Orang tua diimbau untuk memantau pengumuman secara berkala agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran yang telah ditentukan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/d5onkzps6.html
Sebelumnya: BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Berikutnya: Jadwal TV Rabu 13 Mei 2026: Lapor Pak! dan Cipung
Artikel Terkait
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
BeritaTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
【Berita】
Baca SelengkapnyaRupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
BeritaIbrahim mencontohkan, harga yang sudah pasti naik yaitu barang elektronik, obat-obatan, pupuk, serta komoditas pangan seperti kedelai hingga gandum. Terdapat komponen di pupuk yang masih impor yakni jenis NPK, Kalium (KCl), dan bahan baku fosfor....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBank Indonesia Dinilai Kehilangan Trust Akibat Rupiah dan IHSG Anjlok
BeritaPrimus mempertanyakan langkah Bank Indonesia (BI) dalam mengatasi anjloknya nilai tukar rupiah pada Senin (18/5/2026), di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus Rp17. 600....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ayu Ting Ting Dicecar Ivan Gunawan Soal Gandengan Pria
- Harga Emas Antam Hari Ini Merosot ke Rp2.764.000
- Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
- Promo JSM Indomaret, Alfamart, Superindo: Minyak Fortune Rp42.900
- Mbappe Ogah Main di Santiago Bernabeu, Real Madrid Krisis
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo 19 Mei: Popok Rp27.900
Artikel Terbaru
Mantan ART Erin Taulany Cerita Dipukul dan Ditendang Majikan
WIKA Tunjuk Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen
Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
Indonesia dan Belarus Teken MoU Bisnis Rp7 Triliun
Persib Bandung Segel Juara Liga 1 Usai Klasemen Terbaru
Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
Tautan Sahabat
- Indang Maryati Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar
- KPK Periksa 8 Saksi Pemerasan Bupati Tulungagung
- Jaringan Narkoba Ishak Terbentuk dari Lapas, Seret AKP Deky
- Pakar Sebut Prabowo Tak Paham Soal Investasi Desa
- LPSK Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, 3 Posisi
- BCA Buka Magang Bakti 2026 untuk Lulusan SMA-S1
- KPK Panggil Muhadjir Effendy, Pemeriksaan Ditunda
- Jakarta Job Fair 19-20 Mei 2026, 42 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan
- Menbud Fadli Zon Rancang Logo Warisan Budaya Tak Benda
- Kekerasan Pesantren Berulang, Pemerintah Didorong Perketat Pengawasan