Lokasi: Bisnis >>
SPMB Jakarta 2026: Syarat Afirmasi, Domisili, Mutasi Orangtua
Bisnis4276 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-34543534.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SD menetapkan sejumlah syarat pendaftaran, termasuk ketentuan domisili yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK). Proses verifikasi data oleh pihak sekolah menjadi tahap penting yang menentukan kelanjutan pendaftaran. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta 2026 menyediakan beberapa jalur penerimaan, seperti afirmasi, domisili, dan mutasi, dengan kuota yang telah ditentukan.
Berdasarkan laman resmi SPMB Jakarta 2026, kuota Jalur Afirmasi sebanyak 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota Jalur Domisili mencapai 77 persen dari daya tampung, dengan prioritas ditentukan berdasarkan domisili Calon Murid Baru (CMB). Apabila jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah tertentu. Jika kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan ke PMB Tahap Kedua.
Kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar persen dari daya tampung, yang meliputi beberapa kategori. Proses pendaftaran dan seleksi ini menjadi panduan bagi orang tua atau wali murid yang ingin mendaftarkan anaknya di jenjang SD melalui SPMB Jakarta 2026. Informasi lebih lengkap mengenai persyaratan dan tahapan dapat diakses melalui laman resmi SPMB Jakarta 2026.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/d3max212m.html
Artikel Terkait
Krisis Iran, Ancaman Invasi AS ke Kuba Meningkat
BisnisPresiden AS mengeluarkan serangkaian pernyataan agresif yang meningkatkan ketegangan sebagai kelanjutan dari kampanye tekanan ekonomi berkepanjangan oleh Washington. Sejak awal tahun ini, AS memberlakukan blokade pasokan minyak yang mencekik perekonomian negara tersebut....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaLong Weekend, Monas Magnet Warga untuk Piknik dan Edukasi
BisnisMonumen Nasional (Monas) masih menjadi destinasi favorit wisatawan saat mengisi libur long weekend di Jakarta. Pantauan wartawan Tribunnews....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaBrimob Bersenjata Jaga Markas Judi Online Hayam Wuruk
BisnisPolri memperketat penjagaan di kawasan Perkantoran tempat penggerebekan ratusan WNA di akhir pekan lalu untuk memastikan situasi tetap kondusif. Bareskrim Polri mencatat total 321 Warga Negara Asing (WNA) terjaring dalam sindikat terorganisir tersebut....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Turki Incar Investor Asing di Tengah Konflik Iran
- AMPG Kawal Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Jakarta
- Ibadah Kenaikan Yesus 2026 di GPIB Immanuel Jakarta
- Remaja Bekasi Dikeroyok Salah Sasaran, Pelaku Masih Buron
- Bruno Fernandes Kunci Kemenangan, Casemiro Berpisah di Old Trafford
- Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat dalam Sebulan
Artikel Terbaru
Tim Cook Pastikan Ikut Kunjungan Trump ke China
Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Duren Sawit
Polisi Bekasi Tangkap Pengedar, Sita Ratusan Hexymer dan Tramadol
Pemuda Tewas di Biliar Jakbar Saat Lindungi Pacar
Kecelakaan Kereta Barang Vs Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang
1.500 Umat Hadiri Misa Kenaikan Yesus di Katedral
Tautan Sahabat
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Tewas Terbakar
- Tabrakan Beruntun di Tol JORR Cakung, Dua Tewas
- Pramono Anung Kaget Antusias Warga Uji Coba CFD
- Long Weekend, Monas Magnet Warga untuk Piknik dan Edukasi
- Polisi Tangkap 2 Pencuri Aki Truk di Pelabuhan Tanjung Priok
- Tabrakan Beruntun di Tol JORR Cakung, Dua Tewas
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- Pria Tewas Diduga Dilempar dari Lantai 2 Grogol
- TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer
- Dirut Terra Drone Minta Maaf, Minta Hukuman Ringan