Lokasi: Hikmah >>
UPI Buka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026
Hikmah94 Dilihat
RingkasanUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KAMPUS-UPI-Bandung.jpg)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) membuka Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, dan keagamaan. Jalur seleksi ini bertujuan meningkatkan kualitas serta capaian prestasi mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional. Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki karya monumental, prestasi kompetisi tingkat provinsi hingga internasional, maupun capaian khusus seperti hafidz Al-Qur’an minimal 15 juz atau prestasi lain yang setara.
Peserta yang dapat mengikuti jalur ini merupakan lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2023, 2024, 2025, dan 2026. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Vanessa Gaffar, menjelaskan bahwa jalur prestasi istimewa merupakan bagian dari strategi universitas dalam menjaring talenta unggul dari berbagai bidang. "Seleksi Mandiri Prestasi Istimewa bertujuan memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dan diharapkan dapat meningkatkan keunggulan mahasiswa UPI di tingkat nasional maupun internasional," ujar Prof. Vanessa Gaffar.
UPI menyediakan berbagai program studi di Kampus Bandung maupun kampus daerah untuk peserta jalur prestasi istimewa. Namun, peserta hanya diperbolehkan memilih satu program studi yang relevan dengan prestasi yang dimiliki. Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan melalui Tes Kecerdasan dan Motivasi Berprestasi, evaluasi portofolio sertifikat, ujian keterampilan, dan wawancara. UPI menegaskan bahwa relevansi antara prestasi peserta dengan program studi pilihan menjadi indikator dengan bobot penilaian terbesar.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cod67jw9i.html
Artikel Terkait
Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
HikmahPT BYD Motor Indonesia berharap kebijakan insentif baru dari pemerintah dapat mempercepat transisi energi di Tanah Air. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaWuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
HikmahWuling Eksion mencatatkan lebih dari 1. 000 SPK sejak peluncuran nasional, mencerminkan respons positif masyarakat terhadap kombinasi kenyamanan, efisiensi, dan teknologi kendaraan modern....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaKecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
HikmahKesalahan memilih ban bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga taruhan nyawa. Data mencatat sekitar 10,7 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor kendaraan, termasuk insiden pecah ban....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
- Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
- BYD Pastikan Pabrik Rp11,7 Triliun di Subang Beroperasi 2024
- Insentif EV Baru Jaga Momentum Transisi Kendaraan Listrik
- Kunci Gitar Dere: Aku Ingin Kau Bahagia di Hatimu
- Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Artikel Terbaru
Jennifer Coppen Minta Restu Orang Tua Dali Wassink Jelang Nikah
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Enam Karoseri Pamer Bus Double Decker, Listrik, Sleeper
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
Idul Adha Terasa Berbeda bagi Ashanty Tahun Ini
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Tautan Sahabat
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Hipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak