Lokasi: Gaya Hidup >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Gaya Hidup27 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/cderkhn5a.html
Sebelumnya: Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
Berikutnya: Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Artikel Terkait
Kode Redeem FC Mobile 19 Mei 2026, Klaim Sekarang
Gaya HidupSelasa (19/5/2026), beberapa kode FC Mobile tersedia untuk diklaim oleh para pemain. FC Mobile, yang merupakan nama baru dari FIFA Mobile, adalah permainan sepak bola online gratis yang dapat dimainkan melalui ponsel....
Baca SelengkapnyaBos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Tewas Terbakar
Gaya HidupJaksa Penuntut Umum menuntut Michael Wisnu, terdakwa kasus kebakaran di kantor PT Michael, dengan pidana penjara 2 tahun karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang mengakibatkan kematian orang lain. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (15/10)....
Baca SelengkapnyaKKR Paskah Soroti Krisis Moral, Dorong Pemuda Agen Perubahan
Gaya HidupGEMPAR Indonesia bersama Save My Generation Movement menggelar acara bertema Revival Is Now dengan tujuan membangkitkan semangat Paskah sebagai momentum refleksi dan penguatan karakter generasi muda. Sekretaris Jenderal GEMPAR Indonesia, Petrus Sihombing, menyatakan bahwa Paskah yang identik dengan kebangkitan menjadi pengingat bagi setiap generasi untuk bangkit dari keterpurukan, pesimisme, dan kehilangan arah menuju masa depan penuh harapan....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Polda Metro Gagalkan Peredaran Sabu 32 Kg Jaringan Malaysia
- Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
- Pria Tewas Diduga Dilempar dari Lantai Dua Grogol Jakbar
- Honda Bangun Ulang Kejayaan, Manajer Aprilia Dibajak
- AMPG Kawal Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Jakarta
Artikel Terbaru
AS Percepat Persiapan Jaringan 6G untuk Masa Depan
Keluarga Ungkap Korban Tewas di Biliar Jakbar demi Lindungi Pacar
Warga Pasir Jaya Bogor Tewas Digigit Ular Weling
Memilah Sampah Berat, Zulhas Sebut Bisa Jadi Listrik
Macau Open 2026: Ginting dan Leo/Daniel Tampil, Ganda Campuran Absen
Prakiraan Cuaca BMKG: Cerah di Sejumlah Wilayah Jabodetabek
Tautan Sahabat
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
- IHSG Terancam Anjlok Imbas Pelemahan Rupiah
- Rupiah Bisa Tembus Rp 18.000, Pengamat Usul Hentikan MBG
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- PaDi Dioptimalkan, BUMN Perkebunan Perkuat Ekosistem UMKM
- Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
- Prabowo Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR Besok
- Community Gateway Dorong Digitalisasi di Indonesia Timur
- Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun, Melonjak 87 Persen