Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Kesehatan86219 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bk4vfcb5v.html
Artikel Terkait
Pertumbuhan Sekolah Tak Seimbang dengan Kualitas Berpikir
KesehatanMuhammad Nur Rizal menyoroti ketimpangan antara ekspansi besar sistem pendidikan dan kualitas berpikir peserta didik dalam acara yang diikuti sekitar 500 guru dan pegiat pendidikan dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Selatan, Bontang, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, hingga DI Yogyakarta. Rizal menjelaskan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan pendidikan yang sangat signifikan....
Baca SelengkapnyaEl Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
KesehatanKetua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan B Setyanto, memperingatkan bahwa partikel PM2....
Baca SelengkapnyaFluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
KesehatanPada pria, gangguan perkembangan saraf ini biasanya didiagnosis sejak masa kanak-kanak, tetapi pada wanita sering kali jauh lebih terlambat atau bahkan tidak terdiagnosis sama sekali. Salah satu alasannya adalah karena wanita lebih sering mengalami gejala kurang perhatian (inattentive), yang lebih sulit dikenali dibandingkan gejala hiperaktif....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Spurs Gagal Menjauh, Ancaman Degradasi Liga Inggris Masih Ada
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
- Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
- Persib Wajib Waspada, Persijap Siap Rusak Pesta Juara
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Artikel Terbaru
Inverse 2026 Satukan Pecinta Otomotif dan Industri Kreatif
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Lirik Lagu 405 Justin Bieber: Loving On Me
BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
Tautan Sahabat
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit