Lokasi: Berita >>
Verifikasi Rapor SPMB Jatim 2026 Dibuka Hari Ini
Berita44 Dilihat
RingkasanProgram Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk lulusan SMP/MTs sederajat yang ingin melanjutkan ke SMA dan SMK negeri di Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai dengan tahap verifikasi nilai rapor oleh calon murid baru pada 18 Mei 2026. Verifikasi nilai rapor ini berlangsung hingga 21 Mei 2026 melalui laman resmi, di mana nilai rapor semester 1 hingga semester 5 menjadi dasar seleksi pada beberapa jalur penerimaan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tata-Cara-Verifikasi-Rapor-SPMB-Jatim-2026.jpg)
Program Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk lulusan SMP/MTs sederajat yang ingin melanjutkan ke SMA dan SMK negeri di Jawa Timur tahun ajaran 2026/2027 resmi dimulai dengan tahap verifikasi nilai rapor oleh calon murid baru pada 18 Mei 2026. Verifikasi nilai rapor ini berlangsung hingga 21 Mei 2026 melalui laman resmi, di mana nilai rapor semester 1 hingga semester 5 menjadi dasar seleksi pada beberapa jalur penerimaan.
Pendaftaran dibagi dalam empat tahap utama secara daring. Tahap pertama untuk Jalur Domisili SMA/SMK dibuka pada 11-12 Juni 2026. Tahap kedua diperuntukkan bagi Jalur Afirmasi, Jalur Mutasi Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi Hasil Lomba SMA/SMK pada 17-18 Juni 2026. Tahap ketiga khusus Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA pada 24-25 Juni 2026, sedangkan Tahap keempat untuk Jalur Nilai Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi. Verifikasi rapor menjadi perhatian penting bagi calon peserta didik karena kesalahan data nilai dapat memengaruhi proses seleksi nantinya.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/bcgdqvttv.html
Artikel Terkait
WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas
BeritaPusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan dua kasus terkonfirmasi dan satu kematian akibat Ebola di Uganda, selain kasus yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di RD Kongo sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, meskipun lembaga tersebut menegaskan wabah itu tidak memenuhi kriteria darurat pandemi....
【Berita】
Baca SelengkapnyaDouble Decker Solusi Lahan Sempit Hunian Baru Jakarta
BeritaJagakarsa menjadi area kedua paling banyak dicari di mesin pencari untuk kategori rumah di DKI Jakarta, setelah Kebayoran. Menurut Rieky, kondisi tersebut mendorong pengembangan properti dengan konsep khusus karena keterbatasan lahan....
【Berita】
Baca SelengkapnyaEmas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
BeritaHarga emas Antam tidak mengalami perubahan dan masih bertahan di level Rp2. 839....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 16 Pemain Termasuk Rivan dan Nizar Dipanggil Pelatnas Voli
- Rupiah Merosot, Legislator PAN Minta Perry Warjiyo Mundur
- Bank BSN Raih Apresiasi Menteri PKP Kuasai Pasar KPR Subsidi Syariah
- Nasrafa Kain Lukis Tembus Pasar Dunia dari Brosur
- Baterai Maju Tapi Konsumsi Daya Masih Boros
- Kunjungan Wisatawan Indonesia ke Korea Terus Meningkat
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas
Pertumbuhan Ekonomi RI Mentereng, Rakyat Tak Rasakan
Danantara Pertimbangkan Tambah Saham di GoTo
Macau Open 2026: Ginting dan Leo/Daniel Tampil, Tanpa Ganda Campuran
BRI KPR Permudah Masyarakat Miliki Properti Fleksibel
Tautan Sahabat
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik