Lokasi: Hikmah >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Hikmah15 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ankm8lu18.html
Artikel Terkait
Polisi Tokyo Tangkap Eks Bos MTU Jepang Kasus Rp170 Miliar
HikmahHara diduga menyampaikan data penjualan dan kinerja bisnis palsu kepada perusahaan investasi J-STAR sekitar Februari 2025, ungkap sumber Tribunnews. com di kepolisian pada Rabu (13/5/2026)....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaChina Ungguli AS dalam Jumlah Mitra Dagang Global
HikmahDalam persaingan memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan seperti Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang lebih dominan menjalin hubungan perdagangan global di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif. Mengutip data Direction of Trade Statistics dari Dana Moneter Internasional (IMF), kebangkitan perdagangan global setelah berakhirnya Perang Dingin menunjukkan demokrasi liberal dan pasar terbuka berkembang di banyak bekas negara blok Soviet, sementara pusat perdagangan global masih bertumpu pada pasar konsumen AS....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaKecelakaan Kerja di Shiga Jepang Tertinggi, 13 WNI Jadi Korban
HikmahJumlah korban meninggal akibat kecelakaan kerja di Prefektur Shiga tercatat sebanyak delapan orang, turun dua orang dibanding tahun sebelumnya. Namun jumlah korban luka dan kecelakaan kerja yang memerlukan cuti lebih dari empat hari justru meningkat menjadi 1....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
- Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
- PM Greenland Tegaskan Wilayahnya Tak Akan Dijual ke AS
- CENTCOM Akui Blokade, Selat Hormuz Jadi Senjata Iran
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Negara Teluk Lirik Turki, Pertahanan Tak Andalkan AS
Artikel Terbaru
49 Offroader Ramaikan Kejurnas Adventure Offroad Tangkiling
Israel Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak
ICC Ancam Tangkap Menkeu Israel atas Dugaan Apartheid
Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
Jorge Jesus Sesumbar: Al Hilal Bangun, Al Nassr Tak Takut
Rusia Hujani Ukraina dengan 3.170 Drone dalam Sepekan
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Papua Barat: Pegunungan Arfak Hujan Ringan
- Gempa 4,6 Guncang Sukabumi, Terasa Hingga Bandung Bogor
- Patricia Telepon Keluarga dan Bagikan Lokasi Sebelum Tewas Terbakar
- Minta Maaf ke Prabowo, Anggota DPRD Jember Ngaku Khilaf
- Prakiraan Cuaca Bandung Raya: Barat Cerah, Kota Hujan
- Keluarga Sebut Badut Pembunuh Mertua Eksploitasi Anak
- Prakiraan Cuaca Madura: Hujan Landa Sampang dan Pamekasan
- Pemuda Lampung Akui Jual Motor Demi Hindari Cicilan
- Prakiraan Cuaca Madura: Masalembu, Sumenep Hujan Petir
- BMKG: Manokwari Berawan Tebal, Cuaca Papua Barat