Lokasi: Properti >>
Jalur Mandiri UIN Bandung 2026 Dibuka, Cek Syaratnya
Properti7 Dilihat
RingkasanUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kampus-uin-sunan-gunung-djati-bandung-2024-dfgferh.jpg)
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta membuka sembilan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk menjaring calon mahasiswa dari berbagai latar belakang prestasi, kemampuan akademik, hingga kebutuhan khusus. Jalur yang dibuka meliputi Tahfidz/Qiro’atul Kutub, Prestasi, Khusus Disabilitas, Khusus Moderasi Beragama, Lulusan MAN Terbaik, Portofolio SPAN-PTKIN, SNBP, SNBT, dan UM-PTKIN Computer Based Test (CBT). Setiap jalur dirancang untuk mengakomodasi potensi calon mahasiswa dari sisi akademik, keagamaan, maupun kemampuan khusus lainnya.
Jalur Tahfidz/Qiro’atul Kutub diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz atau kemampuan Qiro’atul Kutub. Jalur Prestasi menyasar calon mahasiswa dengan prestasi di bidang Seni dan Olahraga, Pramuka, PMR, Paskibra, atau Ketua OSIS minimal tingkat regional (kota/kabupaten). Jalur Disabilitas merupakan seleksi khusus bagi penyandang disabilitas yang memiliki potensi akademik dan motivasi belajar tinggi, diselenggarakan dengan prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keadilan dengan memperhatikan kebutuhan aksesibilitas peserta selama proses seleksi.
Jalur Khusus Moderasi Beragama ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Jalur ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang mampu berkontribusi dalam penguatan kehidupan beragama yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di lingkungan akademik.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/a9702a815.html
Artikel Terkait
Eza Gionino Bingung Status Istri Sah Tapi Pisah Agama
PropertiEza Gionino mengaku bingung setelah menjalani proses hukum panjang di Pengadilan Agama Cibinong karena adanya perbedaan status pernikahan dari sisi hukum negara dan agama. Kebingungan itu muncul setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan sebelumnya sehingga gugatan cerai yang diajukan Eca tidak dikabulkan dan keduanya masih tercatat sebagai pasangan suami-istri sah secara hukum negara....
【Properti】
Baca Selengkapnya80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
PropertiKatarak menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat Indonesia, dengan gejala seperti penglihatan buram, warna memudar, dan kesulitan berkendara di malam hari. Kementerian Kesehatan RI merujuk hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014–2016 yang dilakukan PERDAMI dan Badan Litbangkes di 15 provinsi untuk menunjukkan urgensi penanganan kondisi ini....
【Properti】
Baca SelengkapnyaBerdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
PropertiBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- DPR Dorong Perizinan Sederhana Percepat Realisasi Investasi
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Flores: Dominan Berawan, Potensi Hujan Hari Ini
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Jon Mathias Soroti Etika Krisna Murti sebagai Pengacara Ammar Zoni
Atur Ulang Jadwal BAB Agar Lebih Teratur
Tautan Sahabat
- Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
- Dorong Dunia Usaha Bangun Budaya Kepatuhan Berkelanjutan
- Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Dorong Transformasi Digital
- Koperasi Diajak Bangun Jejaring Bisnis Internasional
- Pemerintah Daerah Perkuat Infrastruktur Digital Lawan Serangan Siber
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- Bahlil Dorong Kesetaraan dan Percepat Izin di Migas
- Trading Smartphone Jadi Tren Baru di Asia Tenggara
- Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
- Komisi V Minta Menhub Dudy Jujur soal Kecelakaan Kereta