Lokasi: Hikmah >>

Yusril Sebut Pemerintah Bisa Petik Hikmah dari Film Pesta Babi

Hikmah376 Dilihat

RingkasanYusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di kampus-kampus Indonesia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan tersebut, larangan hanya berlaku di beberapa institusi tertentu, sementara di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, film itu tetap diputar tanpa hambatan....

Yusril Sebut Pemerintah Bisa Petik Hikmah dari Film Pesta Babi

Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di kampus-kampus Indonesia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan tersebut, larangan hanya berlaku di beberapa institusi tertentu, sementara di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, film itu tetap diputar tanpa hambatan. Yusril mengakui bahwa judul film dokumenter ini memang kontroversial dan provokatif, sehingga ia mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing atau bereaksi berlebihan.

Yusril menilai bahwa judul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita sengaja dipilih oleh produser untuk menarik perhatian penonton. Ia menganggap kritik terhadap film tersebut sebagai hal yang wajar, meskipun terdapat narasi yang provokatif di dalamnya. Yusril menekankan bahwa judul yang kontroversial tidak seharusnya memicu reaksi emosional, karena bisa jadi itu hanya strategi produser untuk meningkatkan minat publik.

"Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat," ujar Yusril. Dengan cara ini, publik dapat menjadi lebih kritis dan memahami pro-kontra yang muncul. Yusril pun memilih untuk membebaskan siapapun yang ingin menonton film dokumenter tersebut, seraya mendorong dialog terbuka sebagai respons terhadap kontroversi yang ditimbulkan.

Tags:

Artikel Terkait