Lokasi: Hiburan >>

Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998

Hiburan1734 Dilihat

RingkasanPelemahan rupiah saat ini tidak bisa dibandingkan dengan krisis moneter 1997-1998 karena perbedaan fundamental kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Purbaya menegaskan bahwa sentimen negatif di pasar saat ini hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil Indonesia....

Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Seperti 1998

Pelemahan rupiah saat ini tidak bisa dibandingkan dengan krisis moneter 1997-1998 karena perbedaan fundamental kebijakan ekonomi dan stabilitas politik. Purbaya menegaskan bahwa sentimen negatif di pasar saat ini hanya bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil Indonesia. Pada tahun 1998, kesalahan kebijakan ekonomi dan instabilitas politik setelah resesi menjadi penyebab utama krisis, berbeda dengan situasi sekarang yang masih terkendali. Purbaya juga menyatakan bahwa Indonesia belum memasuki fase resesi seperti yang terjadi pada pertengahan 1997.

Koreksi saham yang terjadi saat ini justru menjadi momentum bagi investor untuk membeli saham dengan harga murah. Purbaya mengimbau para investor untuk tidak khawatir dan melakukan aksi serok bawah karena secara teknikal, pasar saham diperkirakan akan pulih dalam satu hingga dua hari ke depan. "Teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang, enggak usah takut serok bawah sekarang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa koreksi ini adalah peluang untuk membeli saham yang nilainya turun.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dan mencapai level terendah sepanjang masa. Dikutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.658 atau melemah 61 poin pada Senin (18/5/2026) per pukul 09.20 WIB. Penguatan dolar AS ini menjadikan nilai tukar mata uang Indonesia sebagai yang terparah sepanjang sejarah.

Tags:

Artikel Terkait