Lokasi: Bisnis >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Bisnis93694 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/8jsi2aadz.html
Artikel Terkait
AFF 2026 Tanpa Pemain Eropa, Herdman Latih Timnas
BisnisHerdman memanfaatkan latihan bersama pemain muda Persija untuk mengembalikan ritme tim kepelatihan sebelum 23 pemain yang dipanggil resmi berkumpul pada TC 26–30 Mei. "Oh ya, malam ini kami beruntung bisa bermain dengan para pemain dari," ujar Herdman....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Bebas Lumpur
BisnisSebanyak 690 dari 691 sasaran pembersihan lumpur pascabencana telah selesai ditangani atau mencapai 99,86 persen hingga 12 Mei 2026, menurut catatan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. Juru Bicara Satgas PRR, Amran, dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (17/5/2026) menyatakan progres pembersihan lumpur menunjukkan hasil signifikan sehingga masyarakat mulai dapat kembali beraktivitas secara normal....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPatricia Telepon Keluarga dan Bagikan Lokasi Sebelum Tewas Terbakar
BisnisPricilia terjebak di lantai 3 atau lantai atas pusat perbelanjaan tempatnya bekerja saat kebakaran terjadi. Patricia sempat berkomunikasi dengan keluarga dan temannya mengabarkan kondisinya di dalam gedung yang terbakar, namun sambungan telepon tak lagi direspons setelah beberapa saat....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Tanjung Priok
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
- Jurnalis Thoudy Dibebaskan, Ibu Menanti Kepulangan Putra
- QRIS Digital Andalan UMKM, Transaksi Wisata Makin Praktis
- Prakiraan Cuaca Madura 21 Mei 2026: Hujan Ringan
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi
Artikel Terbaru
Daftar Pemain Brasil Piala Dunia 2026, Neymar Comeback
Kebakaran Mal Manado, Satu Korban Tewas Terjebak
Waspada Cuaca Ekstrem: Jatim Hujan Sangat Lebat Besok
Prakiraan Cuaca Belitung Timur Berawan 23 Mei 2026
Serial Every Year After Tayang 10 Juni 2026 Adaptasi Novel
Prakiraan Cuaca Sulsel 19 Mei 2026: Mayoritas Hujan
Tautan Sahabat
- SAPA UMKM Resmi Diluncurkan, Fasilitasi Pembiayaan Pengusaha Kecil
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
- Argi Gumilar Bangkit dari Pandemi Berkat KUR BRI
- Indonesia Dapat Tambahan 840 Kargo LNG untuk Pembangkit
- Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
- Alfamart dan Kemendikdasmen Perkuat Mutu Guru SMK Mitra
- Pertamina Patra Niaga Siap Pasok Energi untuk KKKS
- Minyak Iran Rp 900 Miliar Laku di BPA Fair
- IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
- Usia Pesawat Bukan Satu-satunya Penentu Keandalan Penerbangan