Lokasi: Hikmah >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Hikmah8212 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/80yi7rc42.html
Artikel Terkait
Man United Incar Valverde Manfaatkan Kerenggangan Madrid
HikmahPerselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde menjadi berita hangat pekan ini. Kedua pemain Real Madrid tersebut mendapat sanksi denda dari klub dengan jumlah yang tidak sedikit....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaIndonesia dan Belarus Teken MoU Bisnis Rp7 Triliun
HikmahPemerintah Indonesia dan Republik Belarus menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 bidang kerja sama ekonomi di Minsk, Belarus. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus menandatangani dokumen tersebut untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas, mencakup perdagangan, investasi, industri, pertanian, ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata....
【Hikmah】
Baca SelengkapnyaPelemahan Rupiah Dongkrak Ekspor Tambang dan Perkebunan
HikmahPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia, di mana depresiasi rupiah justru menjadi peluang bagi industri berbasis ekspor untuk meningkatkan pendapatan. Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan sektor yang paling diuntungkan adalah industri ekspor berbasis komoditas tambang dan perkebunan....
【Hikmah】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Atlet Muda Dinov Siap Bertarung di YOG Dakar 2026
- Menteri Amran Pecat ASN Kementan yang Jadi DPO
- Prabowo Kunjungi Kopdes Merah Putih, Sanggah Saingi Alfamart
- Kenaikan Komisi Marketplace Disorot DPR Bebani UMKM
- iPhone 17 Pro Diklaim Punya Charging Tercepat Tahun Ini
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
Artikel Terbaru
Ginting Akui Lambat Antisipasi Strategi Lawan di Thailand Open
Pernyataan Prabowo soal Dolar Dinilai Menyesatkan dan Menggelikan
Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
China vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
Strategi Jakarta Candle Naik Kelas Lewat Inkubasi BRI
Tautan Sahabat
- 5 WNI Ditahan Israel, GPCI Minta Bantuan MPR
- KPK Periksa Dua Bos Perusahaan Terkait Kredit Macet LPEI
- AKP Deky Tiba di Bareskrim, Tangan Diborgol
- Wamen Minta Kampus Berbenah, Bukan Menyalahkan Pihak Lain
- Nurhadi Tetap Dihukum 5 Tahun, PT DKI Kuatkan Putusan
- Demokrasi Sehat Butuh Partisipasi Bermakna Perempuan
- BNI dan PBSI Sukses Antarkan Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026
- Kubu Nadiem Bantah Gandeng Influencer soal Kasus Chromebook
- Kejagung Tangkap Bos Tambang Bauksit Aseng Kasus IUP Kalbar
- Dokter Tifa Kritik UGM Soal Transparansi Ijazah Jokowi