Lokasi: Kesehatan >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kesehatan91775 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/6tijvh0sd.html
Sebelumnya: Polisi Buka Suara soal Ansy Jan De Vries Dibegal
Berikutnya: Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
Artikel Terkait
Calvin Dores Jual Mata demi Masa Depan Anak
KesehatanCalvin nekat menjual bola matanya demi masa depan keluarga. Ia mengaku butuh uang untuk istri dan anak-anaknya....
Baca SelengkapnyaMendag: Mayoritas UMKM Tak Tahu Cari Pembeli Luar Negeri
KesehatanBudi mengungkapkan ironi bahwa sebagian besar pegiat UMKM tidak mengetahui cara memasarkan produk ke luar negeri. Budi menemukan fenomena tersebut saat menemui ratusan pegiat UMKM dalam acara Ngobrol Produk Indonesia (Ngopi) UMKM pada Rabu (13/5/2026) di Jakarta....
Baca SelengkapnyaRupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
KesehatanIbrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IHSG Terancam Anjlok Imbas Pelemahan Rupiah
- Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
- Gus Lilur Dorong Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Tembakau Madura
- Dolar AS Hari Ini Rp17.502,08 di Kurs Jual BI
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
Artikel Terbaru
Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
KBPP Polri Audiensi dengan Kapolri Bahas Munas VI 2026
Agen BRILink BUMDes Kemudo Jaga Dompet Warga dan Cegah Penipuan
Tautan Sahabat
- Ahmad Dhani Bela Syifa Hadju soal Busana Dipersoalkan
- Baim Wong: Film Baru Pengingat Pentingnya Keluarga
- Fatih Unru Ragu Akting Usai Sang Ayah Meninggal
- Inara Rusli Ungkap Alasan Belum Cabut Laporan Ilegal Akses
- Maia Estianty Haru Alyssa Daguise Melahirkan Normal
- Deep Talk Ridho Rhoma, Pesan Sang Raja Dangdut
- Inara Rusli dan Starla Jenguk Bayi Lindi Fitriyana
- Rain Ring Bell Dinanti 4 Juta Penonton, Yang Yang Bintangi
- Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus Erin vs ART
- Ayu Ting Ting Minta Doa untuk Pria di Bioskop