Lokasi: Olahraga >>
SIT Darul Abidin Ajarkan Siswa Kendalikan AI, Bukan Jadi Pengguna
Olahraga4513 Dilihat
RingkasanInternational Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding Kemendikdasmen Yogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sekolah-Islam-Terpadu-SIT-Darul-Abidin-menggelar-International-Scratch-Day-2026.jpg)
International Scratch Day 2026 bertajuk "Scratch in the Age of AI, Igniting Creativity and Problem Solving" sukses digelar di Aula SIT Darul Abidin pada Jumat (22/5/2026). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena, Kepala Dinas Pendidikan Kota, serta jajaran pimpinan sekolah, guru, komite, orang tua murid, dan tamu undangan.
Kepala Litbang SIT Darul AbidinEndah Tri Kusumawati menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi harus disikapi secara positif dan penuh tanggung jawab. "Kami mendidik anak-anak sesuai zamannya. Melalui program ini, kita ingin anak-anak bukan hanya bertindak sebagai pengguna teknologi, melainkan mampu berperan aktif dalam menciptakan sebuah inovasi," ujar Endah dalam sambutannya.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kota yang mengingatkan pentingnya batasan dalam memanfaatkan teknologi. "Acara ini keren sekali. Kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi saat ini. Yang bisa dilakukan adalah membuat pedoman penggunaan AI. Jangan sampai kita percaya sepenuhnya pada AI. Tetap manusia yang harus memegang kendali dan melakukan verifikasi," tegas Wahid. Senada dengan hal tersebut, Pakar Teknis Capaian Pembelajaran Koding KemendikdasmenYogi Anggraena menganalogikan AI seperti dua sisi mata pisau yang membawa dampak positif sekaligus negatif. "Jika digunakan dengan baik, AI akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas manusia. Pemerintah sendiri sudah menetapkan keputusan bersama tujuh menteri dan menerbitkan buku saku AI. Jadi, bukan hanya soal cara menggunakannya, tetapi etika yang harus dikedepankan," jelas Yogi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/6015eck81.html
Artikel Terkait
Sopir Bus Sugeng Rahayu dan Pemilik Warung Tewas
OlahragaBus Sugeng Rahayu rute Yogyakarta-Bandung menabrak warung kopi dan pagar rumah warga di Jalan Raya Wangon-Lumbir, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Dua orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk sopir bus....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaHipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
OlahragaPeningkatan kasus penyakit jantung pada anak muda menjadi alarm serius bagi Indonesia. Para ahli medis mengungkapkan lonjakan ini berkaitan erat dengan buruknya pola hidup masyarakat modern saat ini....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaEl Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
OlahragaKetua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Darmawan B Setyanto, memperingatkan bahwa partikel PM2....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- La Familia Gugat Messi, Inter Miami Kena Imbas
- Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Artikel Terbaru
Periklindo Desak Insentif EV Diperluas ke Kendaraan Niaga
Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Kunci Gitar Seketika Rizwan Fadilah RnBoyz Mahalini
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- Minimizu Naik Kelas dari Hutan Pinus ke Galeri Dunia
- Biaya Logistik RI Tinggi, Bukan Hanya Soal Transportasi
- Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
- Defisit APBN 2026 Tembus Rp164,4 Triliun per April
- Menkeu Purbaya Santai soal Rupiah dan IHSG Ambruk
- Menhub Tanggapi Sinyal Hijau Sebelum Kecelakaan Kereta
- BRI Consumer Expo 2026 Tawarkan Promo KPR, KKB, Cashback
- Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
- Aktivitas Ekonomi Warga Lesu Imbas Industri Nikel Melambat
- IHSG Menguat ke 6.167, LQ45 dan KOMPAS100 Hijau